SUNGGUH patut disyukuri Kalimantan Tengah (Kalteng) menjadi contoh daerah yang paling tenang, aman, dan damai. Ini karena masyarakatnya memiliki semangat kebersamaan, solidaritas, dan persaudaraan yang tinggi.
Itulah yang tercermin dari filosofi huma betang (rumah betang). Yang menggambarkan semua unsur, kelompok, sub-kultur, bisa hidup berdampingan dan bergandeng tangan. Semua bisa tumbuh subur dan kokoh di bawah naungan rumah betang.
Filosofi yang dipegang teguh masyarakat Kalteng ini juga tercermin saat daerah ini punya hajat politik pilkada. Dan, sungguh patut disyukuri Komisi pemilihan Umum (KPU) langsam dalam menjalankan tugas negara, yaitu pemilihan gubernur ada 27 Januari 2016.
Proses pemilihan hingga penghitungan suara berjalan tertib dan lancar. Dan, hasilnya, pasangan Sugianto Sabran-Habib Ismail (SOHIB) unggul 3,01 % atas suara pasangan Willy Yoseph-Wahyudi K Anwar (WIBAWA). SOHIB meraup 518.260 suara dan WIBAWA 487.883 suara. Sudah pasti, hasil rekapitulasi formulir C-1 ini akan dikuatkan, dikukuhkan dalam rapat pleno KPU Kalteng pada 5 atau 6 nanti.
Pleno KPU sebagai rapat yang akan memberi legitimasi politik hasil pilgub menjadi momentum sangat penting. Karena rapat pleno inilah yang akan menjadi pijakan kemenangan SOHIB. Ini sekaligus memberi jalan lempang kepada pasangan itu untuk memimpin provinsi yang berpenduduk sekitar 2,5 juta jiwa.
Suasana aman dan tentram hendaknya senantiasa bisa terjaga. Dan, yang paling bisa menjaga adalah kesejukan dan kelapangan hati para pemimpin.
Rakyat Kalteng tidak meragukan Sugianto dan Habib Ismail sebagai yang pantas memimpin Kalteng. Demikian pula Willy Yoseph dan Wahyudi, adalah putra terbaik provinsi ini yang teladan dan kebijaksanaannya sangat dinantikan rakyat Kalteng. Karena itu, sebagai pemimpin hendaknya bisa mengajak seluruh rakyat untuk aman, tenteram, dan sejuk di dalam pengayoman huma betang.
Janganlah sebaliknya, di tengah situasi yang adem dan tenteram ini ada yang mencoba menjadi panutung apui atau penyulut api. Sekali lagi, jangan. Ingatlah, penutung apui yang menghanguskan kantor gubernur dan kantor KPU belum ditemukan.


