Laporan:: RADEN ARIYO (Pangkalan Bun)
Penghitungan dan rekapitulasi surat Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Tengah (Pilgub) Kalteng) tingkat Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Rabu (3/2/2016) terhenti. Pasalnya, rekapitulasi yang digelar di Aula Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kobar, Pangkakan Bun, mengalami pemadaman listrik dari PLN sekitar pukul 09.30 WIB.
Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kobar, Awaludin, menuturkan, penghitungan surat suara tingkat kabupaten dilakukan dengan membacakan hasil rekapitulasi di Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK). Namun saat penghitungan akan mulai dilakukan, tiba-tiba listrik padam dan penghitungan surat suara terpaksa tertunda.
"Ini hanya membacakan hasil rekapitulasi dari PPK. Yang pertama hasil rekapitulasi dari Kumai. Tapi baru mau buka kota suara, tiba-tiba listriknya padam. Jadi dipending," ujar Awaludin.
Terpisah, Supervisor Teknis Jaringan Perusahaan Listrik Negara (PLN) Rayon Pangkalan Bun, Suprapto mengatakan, padam listrik yang terjadi di perkotaan Pangkalan Bun dan sekitarnya diperkirakan terjadi akibat di jaringan listrik PLN. Namun padam listrik mendadak tersebut tidak menyebabkan atau padam listrik total sehingga dapat segera dipulihkan.
"Itu sepertinya akibat grounding. Tapi tidak tahu dimana gangguan itu terjadi. Ini segera dipulihkan. Daerah AURI dan sekitarnya sudah hidup. Sebentar lagi di Bappeda hidup," kata Suprapto.
Sekitar pukul 09.55 WIB, listrik kembali menyala dan penghitungan surat suara kembali dilakukan. Tapi di beberapa kawasan Pangkalan Bun, mendapat giliran mati lampu, seperti di Jalan Pangeran Antasari. (B-1)


