TAMIANG LAYANG –

BORNEONEWS, Tamiang Layang - Ketua Palang Merah Indonesia atau Kalimantan Tengah, Suhaemi, melantik Dewan Kehormatan dan Pengurus Kabupaten PMI Barito Timur periode 2021-2026 di Rumah Jabatan Bupati Barito Timur, Sabtu, 22 Oktober 2022.

Pelantikan ditandai dengan pembacaan keputusan Pengurus PMI Kalteng tentang pengesahan Dewan Kehormatan dan Pengurus PMI Barito Timur, penyematan pin PMI dan penyerahan pataka bendera PMI kepada pengurus PMI yang baru.

Dewan Kehormatan PMI Barito Timur yang dilantik yakni Ketua Hairullah, Sekretaris Lepina, sedangkan anggota Teddy Taroreh, Anigoru dan Ahmad Gazali.

Kemudian Pengurus Kabupaten PMI Barito Timur terdiri dari Pelindung Ampera AY Mebas, Ketua Munita Mustika Dewi, Wakil Ketua Bidang Organisasi Nursulistio, Wakil Ketua Bidang Penanggulangan Bencana Christian Siregar, Wakil Ketua Bidang Pelayanan Kesehatan dan Sosial Jimmi WS Hutagalung.

Selanjutnya Wakil Ketua Bidang Penggalangan Dana, Sarana dan Prasarana Kiki Gunawan, Wakil Ketua Bidang PMR dan Sukarelawan Magutinus, Sekretaris Vinny Safari, Wakil Sekretaris Vonny Ira Mayesti, Bendahara Fernando dan Wakil Bendahara Lerry Benedict Junitara. Sedangkan anggota yaitu Hajar Gunawan, Nia Fitria, Enikuane, Santai Nyawit dan Arul Rajasa.

Saat diwawancara usai dilantik, Suhaemi menyampaikan harapannya agar pengurus PMI yang baru dilantik mengibarkan panji-panji kemanusiaan di Barito Timur.

"Saya mengapresiasi ibu ketua yang baru tadi menargetkan hal pertama dalam kepemimpinannya yaitu mempersiapkan relawan PMI, karena dalam PMI yang melaksanakan tugas-tugas kemanusiaan adalah relawan bukan pengurus, pengurus hanya mangatur saja," ujarnya.

Menurutnya jika terjadi bencana tidak mungkin pengurus yang terjun ke lapangan, melainkan relawan yang dari masyarakat yang telah dilatih agar memiliki kemampuan dan keterampilan untuk menangani bencana.

--page

Suhaemi menambahkan, PMI bukan saja bergelut dengan kegiatan donor darah, namun juga aksi kemanusiaan yang lain seperti penanganan bencana alam, wabah penyakit seperti covid-19 maupun konflik sosial di masyarakat.

"Itu semua PMI dapat terlibat karena sifatnya yang netral dan tidak memandang latar belakang suku, bangsa, agama, sosial dan lain-lain. PMI bisa di terima dimana saja termasuk di medan perang PMI harus dilindungi saat melakukan tugas kemanusiaan," jelasnya. (BOLE MALO/B-11)