BORNEONEWS, Palangka Raya - Head of Sustainability dari PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk atau SSMS, Henky Satrio Wibowo berharap adanya kerja sama antara SSMS dengan Asosiasi Petani Kelapa Sawit Mandiri atau APKSM yang merupakan petani binaan SSMS bukan sebatas untuk mendapatkan sertifikat dari Roundtable on Sustainable Palm Oil atau RSPO.
Henky berharap kerja sama ini tidak hanya sebatas mendapatkan sertifikasi RSPO saja, tapi bagaimana perusahaan bisa berkontribusi dalam peningkatan produktivitas hasil panen yang akan berdampak pada peningkatan kesejahteraan pekebun swadaya itu sendiri.
Roundtable on Sustainable Palm Oil sendiri merupakan asosiasi yang terdiri dari berbagai organisasi dari berbagai sektor industri kelapa sawit yang bertujuan mengembangkan dan mengimplementasikan standar global untuk produksi minyak sawit berkelanjutan.
"Ini merupakan salah satu bentuk komitmen perusahaan dalam memperkuat standar minyak sawit berkelanjutan Indonesia," jelasnya.
Nantinya para petani swadaya yang terlibat dalam program ini dapat mengadopsi praktik-praktik terbaik pengelolaan kebun sawit yang ramah lingkungan dan lestari.
Ada 408 petani APKSM dengan luasan mencapai 1.000 hektare menurut Henky sudah mendapatkan sertifikat RSPO.
"Pada audit surveillance ke-3 ini, APKSM menargetkan penambahan seluas 371,10 hektare dengan anggota 206 petani," ungkap Henky. (TESTI PRISCILLA/B-11)









