LAPORAN: MUHAMMAD HAMIM (Kotim)

SEBANYAK 56% masyarakat di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) sudah menggunakan Kartu Indonesia Sehat (KIS). Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Kotim, Faisal Novendra Cahyanto. “Target tersebut memang belum tercapai, namun pada 2019 kami akan berusaha agar target 95% penduduk di daerah ini sudah menggunakan KIS,” ujar Faisal, saat melakukan konferensi pers di aula BPJS Kesehatan, Rabu (3/2/2016).

Di Kotim sendiri, ada dua kartu KIS, yakni KIS PBI dan KIS mandiri. Untuk KIS-PBI adalah warga miskin yang iyuran per bulannya dibiayai oleh pusat. Sedangkan KIS mandiri adalah kelompok masyarakat yang wajib mendaftar dan membayar iuran dengan harga Rp19 ribu.
“Untuk di Kotim sendiri, yang menerima KIS PBI ada sebanyak 120 ribu jiwa. Jumlah tersebut lebih besar jika dibanding tahun sebelumnya yang hanya mencapai 111 ribu jiwa,” lanjut Faisal

Mereka berharap agar masyarakat miskin di Kotim bisa tercover semua. Dan mereka bisa lebih leluasa untuk berobat di rumah sakit atau puskesmas. Sedangkan Kepala BPJS Kesehatan, Anto Kalina melalui Kanit Keuangan, Haris Padillah mengatakan, saat ini mereka sudah membuat posko pemantauan dan penanganan distribusi KIS PBI, baik di tingkat kantor pusat, kantor divisi regional, kantor cabang, dan kantor layanan operasional kabupaten/kota.

“Pada 2015 lalu, ada 86,4 juta jiwa yang menjadi peserta KIS PBI. Sedangkan pada 2016 dari 86,4 juta jiwa yang terdata, terdapat 1,7 juta jiwa yang tidak lagi berhak mendapatkan bantuan tersebut. Sehingga hal itulah yang menjadi perhatian kami, agar masyarakat dapat mengadu ke posko-posko yang ada."

Untuk BPJS Kesehatan di kantor cabang Sampit ini mencakupi wilayah kerja di beberapa kabupaten, yakni Kotim, Kobar, Seruyan, Lamandau dan Sukamara, dengan jumlah peserta 219.994 jiwa. (MH/B-7)