PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Kondisi banjir akibat naiknya muka air Sungai Arut sebagai dampak tingginya curah hujan belakangan ini yang dialami di berbagai wilayah di Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat bukan hanya mengganggu aktivitas keseharian warga, namun juga aktivitas berbagai instansi swasta yang beroperasi dilokasi tersebut.

Salah satu instansi swasta yang terdampak banjir adalah Kantor PT. Pelayaran Lingga Marintama - Citra Borneo Indah (CBI) Group yang berlokasi di Kelurahan Baru, Jalan Ahmad Yani, Km 1 Pangkalan Bun.

Supply Chain Management (SCM) PT. Pelayaran Lingga Marintama, Maulana Ari, Minggu, 23 Oktober 2022 pagi, saat ini ketinggian air banjir sudah mulai masuk menggenangi bagian dalam kantor.

"Kondisi banjir mulai meninggi dan mulai memasuki bagian dalam kantor hari Sabtu, 22 Oktober 2022 sore. Sebelumnya ketinggian air dibadan jalan depan kantor sekitar 30 cm. Kami juga sempat membuat barrier agar air tidak masuk kantor. Namun lantaran air semakin meninggi barrier tersebut jebol juga. Kira-kira saat ini ketinggian air di badan jalan sekitar selutut orang dewasa," jelasnya.

Menurut Maulana Ari, mempertimbangkan keamanan kerja, lantaran banyaknya peralatan elektronik menggunakan tenaga listrik, diputuskan agar lokasi kerja dipindahkan ke tempat lain.

"Mulai Senin, 24 Oktober 2022 secara cepat Direktur PT. Pelayaran Lingga Marintama Erry Akbar Panggabean memutuskan untuk mengalihkan lokasi kerja, ke kantor lain yang tergabung dalam CBI Group," jelasnya.

Selain itu pimpinannya juga segera membentuk tim tanggap darurat terkait pemindahan darurat operasional kantor.

"Sementara ini ada 2 tempat yang kami gunakan untuk menjalankan aktivitas kantor sementara. Diantaranya di Kantor Keagenan PT. Pelayaran Lingga Marintama di Kecamatan Kumai dan Kantor Borneonews Jalan Pangeran Antasari Kelurahan Mendawai," jelasnya.

--page

Menurut Maulana Ari, masih belum bisa dipastikan sampai kapan pihaknya berkantor sementara di tempat lain.

"Pastinya sampai kondisi banjir mulai surut. Karena bahaya juga bila kami bekerja dikantir yang kebanjiran. Takutnya malah ada karyawan yang tersengat aliran listrik. Tentunya kami tidak mau hal itu terjadi," jelasnya. (WAHYU KRIDA/B-6)