BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Sebagai upaya untuk mengakomodir masyarakat di Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat yang hendak mengungsi karena banyak rumah tidak bisa ditempati akibat banjir ditambah air semakin tinggi, maka perlu ada penambahan tempat pengungsian.
Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kobar M Rusdi Gozali. Ia berharap, pemerintah daerah menambah jumlah lokasi pengungsian di dalam Kota Pangkalan Bun.
"Jika melihat kondisi seperti ini, kami harapkan Pemda terus menambah lokasi pengungsian khusus yang ada di dalam Kota Pangkalan Bun," kata Ketua DPRD Kobar Rusdi Gozali, Senin, 24 Oktober 2022.
Dia menuturkan, wilayah dalam kota saja sudah ada lima kelurahan yang terdampak banjir. Ada ribuan orang terdampak dan sebagian memilih tinggal di rumah meski banjir kian parah.
"Namun jika banjir terus bertambah, mereka yang bertahan juga akan ikut mengungsi. Maka dari itu, harus disiapkan banyak lokasi," ujarnya.
--page
Menurutnya, aula kantor kelurahan dan desa dapat dimanfaatkan untuk pengungsian sementara. Termasuk fasilitas gedung milik Pemda yang kiranya bisa dimanfaatkan juga bisa digunakan untuk lokasi pengungsian.
"Dalam menyiapkan lokasi pengungsian, selain gedung yang bisa menampung banyak orang juga fasilitas penunjang seperti toilet, air bersih dan kebutuhan lainya juga harus dipenuhi," bebernya.
Di samping itu, dapur umum juga harus didirikan di sekitar warga yang terdampak banjir. Sehingga, makanan yang dimasak juga bisa disalurkan ke korban banjir yang masih tinggal di rumah.
"Memang banyaknya pilihan dari masyarakat ini harus dipahami. Mereka yang memilih tinggal di rumah sebagai upaya menjaga harta benda karena saat banjir, ada kasus pencurian dan ini yang harus dipahami juga," pungkasnya. (DANANG/B-7)









