BORNEONEWS, Kuala Pembuang – Tingginya intensitas hujan menyebabkan beberapa wilayah sentra pertanian ikut terendam banjir mengakibatkan tidak bisanya para petani melakukan pengolahan lahan.
“Imbas dari banjir ini, banyak lahan pertanian khususnya untuk tanaman padi tidak bisa dilakukan pengolahan lahan,“ kata Albidinnor, Kadis Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Seruyan, Senin, 24 Oktober 2022.
Seharusnya pengolahan lahan untuk persiapan masa tanam bisa dilakukan bulan ini, tetapi lantaran faktor alam, kemungkinan baru bisa dilakukan pada bulan November hingga Desember 2022.
“Dampak dari banjir saat ini petani kita tidak bisa mengolah lahan, sehingga secara tidak langsung akan terjadi pergeseran waktu tanam padi," jelasnya.
Beberapa kecamatan yang lahan persawahannya untuk sementara tidak bisa dilakukan pengolahan seperti Seruyan Hilir, Seruyan Hilir Timur, Danau Sembuluh dan Danau Seluluk.
Albidin berharap kondisi banjir yang terjadi saat ini bisa berangsur surut, sehingga petani bisa kembali melakukan pengolahan lahan untuk memulai masa tanam padi. (FAHRUL/B-11)









