TERJADI perlambatan lelang pengadaan barang dan jasa di Kalimantan Tengah (Kalteng) bila dibanding awal tahun lalu. Benius, Kepala Biro Layanan Pengadaan Barang dan Jasa (LPBK), Kalteng, mengatakan kepada Borneonews, di Palangka Raya, Rabu (3/2/2016).
"Hingga akhir Januari 2016, kita baru bisa menyelesaikan proses lelang sebanyak 30 paket. Sedangkan pada periode yang sama tahun lalu, kita berhasil menyelesaikan sekitar 100 paket. Artinya, terjadi perlambatan," ungkap Benius.
Menurutnya, perlambatan penyelesaian paket lelang tersebut terjadi karena pemerintah daerah dan DPRD Kalteng harus melakukan penyesuaian anggaran untuk dana pemilihan kepala daerah (pilkada) Kalteng susulan.
Akibat penyesuaian anggaran tersebut, awal pelaksanaan proses lelang untuk kegiatan tahun 2016 lebih lambat daripada tahun sebelumnya.
"Paket kegiatan tahun 2016 baru bisa dilelang pada Januari 2016, sedangkan paket kegiatan untuk tahun 2015 sudah bisa dilakukan pada November 2015. Jadi, untuk tahun ini kami lambat memulai," jelasnya.
Benius menambahkan, penundaan kegiatan dengan ‘membintangi’ beberapa anggaran kegiatan tahun 2016 juga menjadi salah satu sebab minimnya jumlah paket yang selesai dilelang. Sampai saat ini, belum semua SKPD menyerahkan data paket yang akan dilelang.
Karenanya, pihaknya berharap, semua (satuan kerja perangkat daerah (SKPD) Kalteng segera menyerahkan data kegiatan secepatnya. "Kami ini hanya pelaksana. Dan kami melakukan lelang yang prosesnya hanya menghabiskan waktu tidak sampai seminggu menurut sistem yang digunakan saat ini. Semakin cepat SKPD menyerahkan data, kami semakin cepat melakukan lelang," tutup Benius. (TP/B-10)
Lelang Barang dan Jasa Mengalami Perlambatan
Redaksi
Bagikan:
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Komentar (0)
Memuat komentar…

