SUKAMARA –

BORNEONEWS, Sukamara - Wakil Bupati Sukamara, Ahmadi meminta agar dalam melakukan evakuasi warga terdampak banjir dapat memprioritaskan ibu hamil, balita dan lansia.

"Dalam penanggulangan bencana banjir ini, untuk evakuasi diprioritaskan ibu hamil, balita, para orang tua lanjut usia, warga yang sedang sakit," ucap H Ahmadi, Selasa, 25 Oktober 2022.

Dia berharap warga tersebut mendapatkan fasilitas yang baik, dimana saat ini sudah ada beberapa tempat pengungsian yang telah disiapkan oleh pemerintah kepada warga.

"Untuk tempat atau lokasi pengungsian yang sudah disiapkan adalah gedung Gawi Barinjam, rumah rumah yang masih kosong dan juga dikomplek Koramil Sukamara ada ruko ruko kosong yang bisa ditempati untuk warga yang mengungsi," katanya.

Dia juga mempersilahkan rumah jabatan yang saat ini ditempatinya untuk dijadikan lokasi pengungsian masyarakat, dan juga rumah-rumah dinas di bungalow kalau memang diperlukan.

"Dalam penyiapan tempat pengungsian ini ada bebetapa hal yang harus diperhatikan, seperti sarana air bersih, listrik dan juga keamanan barang dan juga kesehatan warga yang terdampak termasuk juga prioritas warga yang harus didahulukan," pesannya.

Ahmadi menuturkan jumlah rumah yang terendam banjir saat ini semakin banyak, mengingat ketinggian air yang menggenangi pemungkiman terus meningkat, sehingga penanggulangan warga yang terdampak terus dilakukan dimana di Kelurahan Padang ada 14 RT yang hampir semuanya sudah terdampak banjir. (NORHASANAH/B-6)