SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Bupati Kotawaringin Timur (Kotim) Halikinnor, mengungkapkan bahwa penjualan gas LPG 3 Kg di pasar murah tidak disubsidi dan dijual sesuai harga eceran tertinggi (HET).

"Pemerintah dikatakan melakukan pembohong publik. Itukan memang tidak di subsidi. Hanya saja kami minta agen menjual langsung di lokasi pasar murah sesuai HET," ujar Bupati Kotim Halikinnor, Senin, 24 Oktober 2022. 

Beberapa waktu lalu, pemerintah dianggap melakukan pembohongan publik dengan menggelar pasar murah jual gas LPG 3 Kg dengan harga Rp 22 ribu. 

Hal itupun menjadi perhatian Bupati Kotim, yang mengklarifikasi bahwa penjualan itu tidak ada disubsidi. Hanya saja mereka meringankan pembelian masyarakat yang sering membeli LPG di pengecer, dengan harga lebih dari HET tersebut. 

"Ini langkah kami membantu masyarakat, yang menghadirkan langsung agen untuk berjualan di Pasar Murah agar mereka mendapatkan harga sesuai HET," terang Halikinnor. 

Meskipun dianggap melakukan pembohongan publik bagi segelintir orang, namun kenyataan di lapangan, pasar murah penjualan LPG masih menjadi serbuan warga. 

--page

Bahkan warga tetap berbondong-bondong dan rela antre untuk mendapatkan LPG dengan harga sesuai HET tersebut. Seperti yang dilaksanakan di Taman Kota Sampit, pada Senin, 24 Oktober 2022. (MUHAMMAD HAMIM/B-6)