BORNEONEWS, Sampit - Sekolah Dasar (SD) Negeri 2 Sawahan Kota Sampit Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) pamerkan karya dari barang bekas pada kegiatan Gelar Karya Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) di lapangan sekolah setempat, Selasa, 25 Oktober 2022.
Pameran karya ini sebagai salah satu hasil penerapan dari program sekolah penggerak, yang mana SDN 2 Sawahan menjadi salah satu sekolah yang terpilih untuk menjalankan program tersebut.
"Saya mengapresiasi kegiatan ini, implementasi dari kurikulum merdeka, artinya menggali potensi siswa yang kemudian ditingkatkan sehingga nanti menjadi suatu pembelajaran yang menarik, belajar yang berfokus pada siswa dan kegiatan pameran produk ini menunjukkan bahwa belajar bisa didapat dari lingkungan tidak hanya di dalam kelas sehingga memunculkan pengetahuan yang bukan hanya didapat di dalam kelas," Kata Kepala Bidang Pembinaan Ketenagaan, Dinas Pendidikan Kotim, Wahyudi saat menghadiri Gelar Karya Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) di SDN 2 Sawahan, Selasa, 25 Oktober 2022.
Menurutnya, sebagai sekolah penggerak sudah seharusnya berinovasi sesuai dengan perkembangan siswa dengan harapan nantinya bukan hanya sekedar produk yang dihasilkan tetapi memiliki kreatifitas yang bisa bermanfaat untuk keterampilan hidup siswa-siswi ini ke depannya.
Mengusung tema kolaborasi antara siswa dengan orang tua dalam projek pembelajaran, karya siswa yang ditampilkan beraneka ragam diantaranya tempat alat tulis seperti pensil atau pulpen dari botol minuman bekas, dari sedotan dan kertas yang dihias dengan kreatifitas masing-masing siswa, ada tudung saji dari gelas air mineral, ada lagi tas dari yang juga dari plastik bekas.
--page
Selain dari barang bekas, juga ditampilkan karya berupa media pembelajaran terkait penerapan pancasila dalam kehidupan, beberapa karya miniatur dari bahan alam seperti bambu, stik kayu, dan hiasan dinding yang dirangkai dari biji-bijian, ranting hingga daun kering dan lainnya.
Acara dilaksanakan dalam rangka menyambut kedatangan Fasilitator dari Balai Guru Penggerak Provinsi Kalimantan Tengah yang memantau sekaligus berdialog terkait sejauh mana perkembangan SDN 2 Sawahan sebagai sekolah penggerak.
Kepala SDN 2 Sawahan, Jadi, berharap di dalam program sekolah penggerak yang dipimpinnya mampu membawa perubahan kepada karakter siswa yang sesuai dengan 6 dimensi Profil Pancasila.
"Kami memutuskan untuk branding sekolah SDN 2 Sawahan adalah BERSIH yang kepanjangan yaitu berkolaborasi, religius, santun, integritas, dan harmonisasi," tandasnya. (NOOR ANNISA/B-5)









