BORNEONEWS, Sampit - Bupati Kotawaringin Timur, Halikinnor memberangkatkan kafilah untuk mengikuti Seni dan Kasidah tingkat Provinsi Kalimantan Tengah.
Dirinya tidak memasang target juara terhadap para kafilah yang diberangkatkan. Namun hanya berharap agar bisa menampilkan yang terbaik untuk Kotim. Hasil dari latihan yang telah dilakukan.
"Saya tidak mau membebani para kafilah dengan target juara. Namun saya haram mereka bisa tampil maksimal dan terbaik nantinya," ujar Halikinnor, Selasa 25 Oktober 2022.
Dalam kesempatan itu, diungkapkan bahwa selama ini untuk Lembaga Seni Qadidah Indonesia (Lasqi) di Kotim terkendala pembinaannya. Sebab, terpisah dari Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ).
"Selama inikan MTQ dan Lasqi berbeda jadi nantinya akan lebih baik supaya digabungkan saja," katanya.
Hal tersebut demi kepengurusan yang lebih efektif dan efisien. Sebab selama ini baik Lasqi maupun LPTQ memiliki sumber dana yang sama yakni dari Pemetintah Kotim.
Ia meminta langkah awal dari penggabungan lembaga ini adalah pada pelaksanaan MTQ tingkat kabupaten di Bagendang, Kecamatan Mentaya Hilir Utara.
"Mulai tahun ini kegiatan di Bagendang, agar ditampilkan juga kafilah dari Lasqi. Meski tidak ada lombanya. Paling tidak tampil dulu," harap Halikinnor.
--page
Dengan adanya seni kasidah diyakini akan menambah meriah pelaksanaan MTQ. Hal ini untuk menambah gaung dan syiar agama Islam tersebut.
Sementara itu, Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Lasqi Kotim Najmi Fuadi mengatakan pibaknya saat ini berupaya membentuk perbaruan kepengurusan Lasqi di Kotim.
"Sampai dengan saat ini, dari 17 kecamatan, baru ada sekitar 9 yang sudah dibentuk kepengurusannya. Sisanya masih dalam upaya pembentukan," kata Najmi.
Jika terbentuk nantinya, dirinya berharap dapat meningkatkan prestasi Lasqi di Kotim dan tentunya siar agama Islam di daerah ini semakin besar gaungnya. (MUHAMMAD HAMIM/B-11)









