PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Gerak cepat dilakukan tim sapu jagat yang tergabung dalam Komunitas Kantung Berbagi Senyum setelah mendengar jika keluarga ke 3 anak yatim piatu yang tinggal di daerah Komplek Kecipir masih memiliki tunggakan utang biaya pengobatan almarhum ibunya di Rumah Sakit Muhammadiyah Palangka Raya.

Ibnu dan Mimi, salah satu anggota Tim Kantung Berbagi Senyum pun langsung kembali ke rumah mereka untuk menyakan kebenaran informasi tersebut.

Betul, mereka menyampaikan jika biaya pengobatan almarhum ibunya di Rumah Sakit Muhammadiyah Palangka Raya mencapai Rp13.500 juta dan saat jenazah dibawa pulang baru bisa membayar Rp5 juta. Artinya masih ada utang Rp8,5 juta.

"Untuk pelusan sisanya boleh dicicil," ucap Mimi, menirukan informasi dari ke 3 anak yatim tersebut. Tak tega mereka menanggung biaya tersebut, karena bapak mereka saat ini sedang dalam tahanan, maka tim relawan langsung melakukan penggalangan dana.

Alhasil, berkat fasilitas dari bapak Rohansyah, maka utang biaya pengobatan almarhum dari anak yatim tersebut bisa dilunasi dan Selasa 24 Oktober 2022 tim Kantung Berbagi Senyum membayarkan lunas utang biaya tersebut ke rumah sakit.

"Alhamdulillah kami dipertemukan dengan Heri, Wakil Direktur RS Muhammadiyah dan dari hasil pembicaraan kita mendapatkan keringanan biaya walau hanya biaya ruangan," ucap Mimi.

--page

Mimi melaporkan jika dana hasil penggalangan masih ada sisa dan rencananya akan dikasihkan kepada anak almarhum yang sekarang yang anak paling besar masih sekolah kelas 2 MTS. (ROKIM/B-6)