Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan akan memulai wajib belajar 12 tahun pada tahun ini. DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mendukung agar program ini bisa dilaksanakan secara gratis.
"Apa yang menjadi visi dan misi pemerintah ke depan mengenai wajar (wajib belajar) 12 tahun harus bisa ditindaklanjuti di daerah. Apalagi dengan pendidikan gratis hingga ke tingkat SMA sederajat, DPRD sangat mendukung," kata anggota Komisi III DPRD Kotim Sutik saat ditemui <Borneonews> di ruang kerjanya, Rabu (3/2/2016)
Ia melanjutkan dengan kepedulian pemerintah terhadap dunia pendidikan diharapkan mampu menghasilkan generasi anak didik yang lebih baik. Apalagi dengan Wajar 12 tahun didukung program pendidikan gratis. Meskipun juga tidak bisa dipungkiri, sejumlah sekolah masih ada penarikan dana tambahan.
“Memang itu tidak bisa dipungkiri, ada dengan alasan demi kemajuan sekolah yang bersangkutan. Sehingga harus mengambil biaya tambahan, seperti adanya biaya try out, itu merupakan pembiayaan di luar sekolah,” kata Sutik.
Pembiayaan tersebut, lanjut dia, tidak termasuk dalam alokasi anggaran.
Karena merupakan ekstra pendukung tambahan pelajaran. “Jika harus meminta pada siswa, saya rasa tak masalah. Asalkan ada persetujuan dari orang tua. Tetapi akan lebih baik di sekolah diterapkan subsidi silang, sehingga siswa darikeluarga tidak mampu tidak merasa terbebani,” tukas dia.
Tahun ini, kata Sutik, Wajar 12 tahun yang dilaksanakan satu paket
dengan Program Pendidikan Universal (PMU) yang meliputi SMA, MA, dan SMK akan dimulai. PMU memberikan kesempatan luas kepada masyarakat untuk mengikuti pendidikan menengah yang bermutu difasilitasi pemerintah. Dengan pembiayaan ditanggung bersama oleh pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan masyarakat. (RF/B-8)


