BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala BPBD Palangka Raya, Emi Abriyani mengatakan wartawan atau jurnalis mempunyai peran yang sangat besar dalam upaya mitigasi bencana. Baik bencana alam maupun non alam seperti Covid-19.
"Kalau bencana alam, informasi bisa disampaikan media bagaimana kondisi terkini sehingga masyarakat lebih hati-hati. Sedangkan dalam bencana non alama seperti corona, pers membantu mengedukasi masyarakat supaya tidak ketakutan yang berlebihan," katanya.
Hal ini disampaikan Emi dalam materinya saat pelatihan mitigasi bencana bersama puluhan jurnalis di Galeri Resto Tjilik Riwut Palangka Raya, Rabu, 26 Oktober 2022.
Dalam pelatihan tersebut, menghadirkan tiga pemateri, yakni Kepala Ombudsman Kalteng, Raden Biroum, Wakil Ketua I DPRD Kota Palangka Raya, Wahid Yusuf dan Ketua PWI Kalteng, Haris Sadikin.
"Komunikasi dan dialog perlu senantiasa dilakukan secara berkesinambungan guna menghindari kemungkinan kesalahpahaman. Dengan demikian tetap tercipta hubungan yang sinergis antara BPBD dan wartawan," ungkapnya.
Dia mengatakan, pemerintah daerah punya suatu harapan besar terhadap media karena media memiliki peran sangat penting dalam mensosialisasikan, tidak hanya kejadian-kejadian bencana, tetapi juga pengurangan risiko bencana serta rehabilitasi dan rekonstruksi.
--page
"Eksistensi pers sangat penting untuk menginformasikan penanggulangan bencana kepada masyarakat, yang dalam hal ini untuk mendapatkan hak-haknya atas informasi publik terhadap masalah kebencanaan," pungkasnya. (HENDRI/B-5)









