SUKAMARA –

BORNEONEWS, Sukamara - Ratusan warga atau berjumlah 526 orang di Kelurahan Padang, Kecamatan Sukamara, Kabupaten Sukamara yang terdampak banjir telah mengungsi. Jumlah tersebut tercatat pada tanggal 24 Oktober 2022.

Kemungkinan jumlah warga mengungsi akan terus bertambah karena ketinggian air yang menggenangi permukiman saat ini terus naik.

Lurah Padang, Supriyanto mengatakan bahwa ada 14 RT yang terdampak banjir, dan saat ini telah banyak warga yang mengungsi ke tempat pengungsian yang disediakan pemerintah.

"Dari 14 RT ini rumah yang terendam ada 782 rumah dengan jumlah 2.967 jiwa, dan yang mengungsi ada 526 jiwa," kata Supriyanto, Rabu, 26 Oktober 2022.

Dia menuturkan, karena air yang membanjiri perumahan warga sudah cukup lama, sehingga beberapa permasalahan kesehatan mulai bermunculan, seperti penyakit gatal-gatal dan lainnya.

--page

"Saat ini warga mulai mengeluhkan menderita penyakit gatal-gatal, batuk, pilek dan demam," ujarnya.

Sebelumnya, Wakil Bupati Sukamara, H Ahmadi meminta agar dalam melakukan evakuasi warga terdampak banjir dapat memprioritaskan ibu hamil, balita dan lansia.

"Dalam penanggulangan bencana banjir ini, untuk evakuasi diprioritaskan ibu hamil, balita, para orang tua lanjut usia, warga yang sedang sakit," ucap H Ahmadi.

Dia berharap, warga-warga yang dievakuasi mendapatkan fasilitas yang baik dengan memperhatikan sarana air bersih, listrik dan juga keamanan barang serta kesehatan juga prioritas yang harus didahulukan.

"Untuk tempat atau lokasi pengungsian yang sudah disiapkan adalah gedung Gawi Barinjam, rumah-rumah yang masih kosong dan juga di komplek Koramil Sukamara ada ruko-ruko kosong yang bisa ditempati untuk warga yang mengungsi," tukas Ahmadi. (NORHASANAH/B-7)