LAPORAN: RAFFIUDIN (Sampit)
PEMERINTAH Kabupaten Kotawaringin Timur masih belum menemukan penyebaran virus Zika, yang akhir-akhir ini ramai diberitakan. Virus ini tengah menyerang beberapa negara di Amerika Latin dan Karibia yang dikategorikan berbahaya.“Belum ditemukan dan belum ada laporan terkait warga yang terjangkit virus Zika, mudah-mudahan tidak akan ditemukan di Kotim,” kata pengelola Program Pengendalian Penyakit DBD Dinas Kesehatan Kotim, Roby disela melakukan fogging fokus DBD di SDN 2 Sawahan Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Kamis (4/2/2016).
Ia menjelaskan, virus tersebut tergolong ringan, tidak seperti demam berdarah dengue (DBD), namun memiliki gejala yang sama. Jika dilihat dari perjalannya, virus zika merupakan virus yang proses penularannya melalui nyamuk Aedes Aegypti, masih satu famili dengan virus lain seperti virus penyebab penyakit DBD, penyakit kuning, dan penyakit chikungunya.
Dirinya meminta kepada masyarakat untuk tetap waspada. Dirinya mengaku sudah mendapatkan surat dari Kementrian Kesehatan, terkait virus yang disebarkan oleh nyamuk Aedes Aegypti ini. Antisipasi penyebaran virus ini sama dengan antisipasi penyakit DBD.
Virus yang disebarkan oleh nyamuk yang sama dengan penyakit DBD ini, dapat menyebabkan janin lahir tanpa bentuk kepala dan otak yang lengkap. Penyebarannya sendiri serupa dengan penyebaran virus penyakit DBD.Karena penyebarannya sama, Dinas Kesehatan melalui pengelola program pengendalian penyakit DBD terus melakukan fogging fokus di titik-titik yang ditemukan adanya warga yang menderita DBD.
“Kami baru saja menerima laporan resmi dari sekolah SDN 2 Sawahan, bahwa ada salah satu murid sekolah ini terserang DBD. Sehingga kami langsung lakukan fogging fokus hari ini. Selanjutnya di lokasi rumah murid yakni di Antang Barat,” jelas Roby.
Di Kelurahan Sawahan seperti di Antang Barat 3 gang Perkutut diakui Roby memang endemis DBD. Kurang dari 95% angka jentiknya. Dengan tingginya ppulasi jentik di wilayah itu, nyamuk dewasa pun kemungkinan lebih banyak lagi. (FI/B-7)
PEMERINTAH Kabupaten Kotawaringin Timur masih belum menemukan penyebaran virus Zika, yang akhir-akhir ini ramai diberitakan. Virus ini tengah menyerang beberapa negara di Amerika Latin dan Karibia yang dikategorikan berbahaya.“Belum ditemukan dan belum ada laporan terkait warga yang terjangkit virus Zika, mudah-mudahan tidak akan ditemukan di Kotim,” kata pengelola Program Pengendalian Penyakit DBD Dinas Kesehatan Kotim, Roby disela melakukan fogging fokus DBD di SDN 2 Sawahan Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Kamis (4/2/2016).
Ia menjelaskan, virus tersebut tergolong ringan, tidak seperti demam berdarah dengue (DBD), namun memiliki gejala yang sama. Jika dilihat dari perjalannya, virus zika merupakan virus yang proses penularannya melalui nyamuk Aedes Aegypti, masih satu famili dengan virus lain seperti virus penyebab penyakit DBD, penyakit kuning, dan penyakit chikungunya.
Dirinya meminta kepada masyarakat untuk tetap waspada. Dirinya mengaku sudah mendapatkan surat dari Kementrian Kesehatan, terkait virus yang disebarkan oleh nyamuk Aedes Aegypti ini. Antisipasi penyebaran virus ini sama dengan antisipasi penyakit DBD.
Virus yang disebarkan oleh nyamuk yang sama dengan penyakit DBD ini, dapat menyebabkan janin lahir tanpa bentuk kepala dan otak yang lengkap. Penyebarannya sendiri serupa dengan penyebaran virus penyakit DBD.Karena penyebarannya sama, Dinas Kesehatan melalui pengelola program pengendalian penyakit DBD terus melakukan fogging fokus di titik-titik yang ditemukan adanya warga yang menderita DBD.
“Kami baru saja menerima laporan resmi dari sekolah SDN 2 Sawahan, bahwa ada salah satu murid sekolah ini terserang DBD. Sehingga kami langsung lakukan fogging fokus hari ini. Selanjutnya di lokasi rumah murid yakni di Antang Barat,” jelas Roby.
Di Kelurahan Sawahan seperti di Antang Barat 3 gang Perkutut diakui Roby memang endemis DBD. Kurang dari 95% angka jentiknya. Dengan tingginya ppulasi jentik di wilayah itu, nyamuk dewasa pun kemungkinan lebih banyak lagi. (FI/B-7)


