KUALA KAPUAS –

BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Memperingati Hari Osteoporosis tahun 2022, RSUD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo Kuala Kapuas memberikan penyuluhan kesehatan, dengan mengajak masyarakat menjaga kesehatan tulang, Kamis, 27 Oktober 2022.

Penyuluhan dilakukan Dokter Umum Madya dan penanggung jawab Unit Transfusi Darah (UTD) RSUD Kapuas, dr Erny Indrawati bersama Pengelola Promkes RSUD Kapuas, Popo Subroto, yang juga mengulas tentang Hari Osteoporosis melalui Radio Siaran Pemerintah Daerah.

dr. Erny mengatakan peringatan Hari osteoporosis sedunia diperingati setiap tanggal 20 Oktober, yang mana di tahun ini bertemakan 'Ayo melangkah untuk tulang yang sehat' atau Step Up For Bone Health.

"Dari tema tersebut, mengajak kita untuk lebih aktif melangkah, untuk mendapatkan tulang yang sehat dan kuat di usia lanjut," kata dr Erny.

Selain itu, lanjut dia juga bertujuan mendorong masyarakat di seluruh dunia untuk memeriksakan kepadatan tulang dan status kesehatan tulang secara teratur, terutama orang-orang berusia di atas 50 tahun.

Dijelaskan lagi bahwa pengertian osteoporosis pada orang awam sering menyebutnya dengan tulang keropos. Merupakan suatu kelainan tulang yang ditandai oleh berkurangnya kepadatan tulang, akibatnya tulang menjadi rapuh dan mudah patah. 

Biasanya tidak ada gejala apapun yang dirasakan oleh pasien (karena kerusakan tulang terjadi sedikit demi sedikit selama bertahun-tahun), kecuali bila terjadi patah tulang, yang disebabkan oleh jatuh ringan, terbentur, bersin, batuk, atau gerakan tiba-tiba, baru pasien merasa nyeri. 

"Kondisi ini banyak dialami oleh lansia. Serta menjadi penyebab utama patah tulang pada lansia (lanjut usia)," jelasnya.

--page

Dijelaskannya, faktor penyebab osteoporosis atau faktor risiko terjadinya osteoporosis dibagi menjadi dua, yaitu faktor yang tidak dapat diubah, antara lain usia lanjut, jenis kelamin (terutama perempuan), riwayat keluarga dengan osteoporosis. 

"Selanjutnya faktor yang dapat diubah seperti gaya hidup tidak sehat (kurang gerak, tingkat aktivitas fisik yang rendah), konsumsi alkohol, kekurangan vitamin D dan kalsium, berat badan yang kurang, konsumsi minuman bersoda yang berlebihan," imbuhnya. (DODI RIZKIANSYAH/B-5)