BORNEONEWS, Sampit - Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Sepnita menyebutkan 5 kecamatan di wilayah ini masih belum memiliki Balai Penyuluhan Pertanian (BPP). Padahal, untuk menunjang pembangunan pertanian di setiap Kecamatan harusnya membentuk BPP.
Dirinya pun berharap, lima kecamatan yang belum ini juga bisa memiliki BPP, mengingat perannnya yang begitu penting. Dia menuturkan, dari 17 kecamatan, baru ada 12 BPP yang ada di Kotim.
"Sisanya akan kami kejar dengan luasnya kepentingan dan luasnya permasalahan yang kita hadapi. Sehingga mau tidak mau memang harus membangun BPP itu di setiap kecamatan," ujarnya, Jumat, 28 Oktober 2022.
Dia melanjutkan, pembangunan BPP dulunya dilakukan bertahap. Saat Kotim masih 24 kecamatan, hanya ada 3 BPP di wilayah ini, satu di Kasongan, satu di Seruyan dan satu di Sampit.
"Setelah kita pisah, baru kita mulai membangun BPP dengan DAK (Dana Alokasi Khusus). Itu yang membantu untuk pembangunan BPP sehingga Kotim sampai ada 12 BPP," katanya.
--page
Namun, untuk target kapan pembangunan semua BPP di wilayah ini bisa terpenuhi, Sepnita pun belum bisa memastikan pasalnya hal ini berkaitan dengan belum tersedianya anggaran untuk BPP.
"Tergantung dana tersedia, karena untuk menu DAK tahun mendatang itu tidak tersedia untuk pembangunan BPP. Sedangkan kemarin 3 tahun berturut-turut semua untuk memfasilitasi BPP. Mudah-mudahan ada dana lain yang bisa kita raih sehingga pembangunan BPP bisa kita laksanakan untuk lima kecamatan lainnya," jelasnya.
Adapun lima kecamatan yang belum memiliki BPP adalah Kecamatan Telawang, Tualan Hulu, Bukit Santuai, Cempaga Hulu dan Kecamatan Antang Kalang. (NOOR ANNISA/B-7)









