BORNEONEWS, Tangerang, Banten - Ketua Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI), Dr Budi Djatmiko mengajak perguruan tinggi untuk berbenah diri menghadapi era digitalisasi sehingga dapat bersaing lebih baik kedepannya.
"Pekerjaan manusia adalah ikhtiar, Tuhan menentukan hasil, siapa yang tidak siap menghadapi perubahan dia akan tersisih dan perguruan tinggi harus siap berbenah," katanya usai kegiatan Wisuda Universitas Tangerang Raya (UNTARA) di grand Ballroom Hotel Nelayan, Jatiuwung, Kota Tangerang, Sabtu.
Ia mengatakan hal ini dikarenakan banyak perguruan tinggi yang tidak mengikuti perkembangan zaman akan ditinggalkan mahasiswanya. Namun sudah banyak juga kampus di Indonesia yang telah beralih ke kurikulum yang berbasis digital.
"Era sekarang mencari mahasiswa tidak menggunakan lagi brosur, tetapi sudah memanfaatkan digitalisasi seperti media sosial, inilah yang harus dilakukan perguruan tinggi kedepannya", kata dia.
Sedangkan Rektor UNTARA, Ir. H. Moh. Mardiana mengakui jika UNTARA siap dengan perubahan kurikulum di era digitalisasi termasuk menyediakan sistem pembelajaran online dan offline.
--page
"Perbaiki terus sistem dan fasilitas yang ada jadi nanti kuliah juga diperbanyak onlinenya atau nanti blend learning 50 persen online, 50 persen offline," ujarnya.
Selain itu, dirinya juga berpesan kepada wisudawan untuk bisa mengaplikasikan ilmu yang diperoleh selama kuliah khususnya saat memasuki dunia industri secara langsung.
"Wisudawan diharapkan dapat mengaplikasikan ilmu yang diperoleh saat perkuliahan," katanya
Sementara itu, sebanyak 334 mahasiswa Universitas Tangerang Raya (UNTARA) mengikuti prosesi wisuda yang ketiga di grand Ballroom Hotel Nelayan, Jatiuwung, Kota Tangerang, Sabtu.
ANTARA









