KASUS demam berdarah dengue (DBD) di Kabupaten Sukamara mengalami peningkatan.
Berdasarkan catatan Dinas Kesehatan Sukamara, selama Januari hingga pekan pertama Februari 2016, setidaknya ada 11 orang menderita demam berdarah. Terdiri dari sembilan kasus DBD dan dua demam dengue.
Jumlah itu meningkat lebih dari dua kali lipat bila dibandingkan dengan kasus DBD pada Desember 2015. Catatan Dinas Kesehatan, penderita DBD selama Desember 2015 hanya empat kasus.
Oleh sebab itu, Kepala Dinas Kesehatan Sukamara Junaidin Tarigan mengimbau masyarakat untuk selalu waspada dan menjaga kebersihan lingkungan.
“Hingga saat ini sudah ada 11 kasus, tiga di Muntai, dua di Permata Kecubung, dua di Kelurahan Padang, dua di Kelurahan Mendawai, dan dua kasus demam dengue di PT Sungai Rangit,” katanya saat ditemui Borneonews di kantornya, Kamis (4/2/2016).
Ia melanjutkan, sejak awal memasuki musim penghujan, Dinas Kesehatan sebenarnya telah menyampaikan imbauan kepada puskesmas dan jajarannya supaya mengajak serta mengingatkan masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan. Upaya itu perlu dilakukan agar terhindar dari serangan DBD.
Namun, karena kasusnya telah terjadi, Dinas Kesehatan terpaksa melakukan fogging (pengasapan).
“Jika kasus ini terus meningkat, kami akan lakukan upaya untuk menekan angka kasus DBD salah satunya dengan cara fogging,” ucap Junaidin.
Akan tetapi, upaya fogging hanya bisa membasmi nyamuk dewasa, tidak dengan jentiknya.
Untuk membasmi jentik masyarakat harus membersihkan lingkungan. Terkait hal ini, Dinas Kesehatan tidak henti-hentinya mengingatkan masyarakat.
Libatkan masyarakat
Junaidin menyebutkan, pihaknya berinisiatif melibatkan masyarakat dalam memerangi DBD supaya jumlah korban tidak terus bertambah.
“Karena hal ini merugikan masyarakat, kami akan melibatkan masyarakat sekitar untuk bersama-sama memerangi DBD,” sebutnya.
Selain itu, Dinas Kesehatan akan melayangkan suara kepada Bupati Sukamara agar turut mengimbau masyarakat supaya bergotong-royong membersihkan lingkungan. Dengan gotong-royong, lingkungan akan menjadi bersih sehingga masyarakat terhindar dari serangan DBD yang lebih fatal lagi. (B-3)


