PENDAPATAN Asli Daerah (PAD) Kabupaten Balangan, Kalimantan Selatan, yang berasal dari pajak kendaraan bermotor pada 2015 turun sebesar Rp1,5 miliar menjadi Rp21,076 miliar bila dibandingkan dengan 2014 yang mencapai Rp22,78 miliar.
Kepala Unit Pelayanan Pendapatan Daerah (UPPD) Balangan Surya F, Kamis (4/2/2016), mengungkapkan bahwa penurunan penerimaan pajak kendaraan bermotor tersebut, terjadi akibat perekonomian masyarakat sejak beberapa bulan terakhir terus menurun.
Menurut dia, pada 2015 target pajak kendaraan bermotor sebesar Rp24,179 miliar, namun hanya terealisasi 91,33% atau Rp21,076 miliar. “Jumlah tersebut jauh berbeda jika dibandingkan dengan 2014 yang melampaui target hingga 114%. Dari target Rp19,95 miliar tercapai Rp22,78 miliar,” katanya.
Menurut Surya, lesunya perekonomian masyarakat di Kabupaten Balangan dalam beberapa tahun terakhir, berpengaruh pada daya beli terhadap kendaraan bermotor. Padahal, pajak sepeda motor selama ini menjadi salah satu penyumbang PAD terbesar.
Penurunan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) atas kendaraan bermotor roda dua maupun roda empat ini, juga terjadi akibat turunnya harga berbagai komiditas ekspor, baik batu bara maupun karet. Komoditas itu merupakan andalah Kabupaten Balangan.
“Penurunan jumlah kendaraan baru pada 2015 sekitar 50%-60% jika dibanding dengan 2014. Inilah yang mempengaruhi penurunan jumlah penerimaan pajak kendaraan di Balangan secara keseluruhan,” katanya.
Sebagaimana diketahui, perekonomian masyarakat Balangan, sebagian besar bertumpu pada sektor pertambangan dan perkebunan.
Saat ini, harga dua komoditas tersebut sedang turun bahkan bisa dikatakan anjlok. (Ant/B-3)








