KABUPATEN Balangan, Ka­limantan Selatan, mu­lai dilirik banyak in­vestor, baik dari dalam mau­pun dari luar negeri. Hal ini tidak lepas dari besarnya po­tensi alam yang dimiliki ka­bu­paten sebelah utara Kalsel ter­sebut.


Beberapa potensi yang di lirik investor di an­taranya pem­bangunan pembangkit lis­trik tenaga uap (PLTU), pa­brik karet, pergudangan se­per­ti gudang stok ban mobil, mi­­ni market, sarang burung wa­let, dan beberapa potensi lain­nya.


“Cukup banyak pengusaha yang tertarik berinvestasi di Kabupaten Balangan, bukan hanya dari pengusaha di Indonesia, namun ada be­be­ra­pa investor dari Tiongkok ju­ga,” kata Wakil Bupati Ba­la­ngan Syaifullah, Kamis (4/2/2016).


Namun demikian, kata dia, per­­lu kajian mendalam dan khu­­sus, apakah investasi ter­sebut bisa menguntungkan Balangan yang berimbas kepada peningkatan ke­sejahteraan dan kemajuan mas­yarakat atau tidak.


Menurut dia, sebagai daerah yang masih dalam fase per­kembangan, Ba­langan merupakan tempat yang cukup strategis bagi pi­hak ketiga untuk menanam­kan saham atau berinvestasi.


Di tempat terpisah, Asisten II Bidang Ekonomi dan Pem­ba­ngunan Setda Balangan Ah­mad Fauzi, mengatakan bah­wa pemkab akan membe­ri­kan berbagai kemudahan ba­gi investor yang akan masuk, baik dari segi perizinan mau­pun prosedur lainnya.

Sesuai peraturan


Namun, kemudahan itu ha­rus tetap sesuai dengan per­aturan yang ditetapkan, dan berdasarkan tahapan pro­sedur yang berlaku.


“Kita tidak akan memberikan pengecualian terhadap pi­hak swasta yang tidak me­matuhi aturan. Semuanya akan kita tindak tegas. Meskipun itu sebenarnya untuk men­dukung pembangunan,” ka­tanya.


Salah satu prosedur yang ha­rus dipatuhi, kata Fauzi, yaitu penyertaan izin usaha, ser­ta IMB bila investasi yang di­lakukan berhubungan deng­an pendirian bangunan.


“Kita tidak pernah berusa­ha menghalang-halangi para in­vestor untuk mengembang­kan usahanya di bumi sanggam ini, asalkan seluruh pro­sedur yang ditetapkan di­la­kukan dengan baik,” ka­tanya.


Sebagai contoh, tambah dia, pengembangan kawasan RISA yaitu kawasan perguda­ngan milik PT Adaro Persada Man­diri, juga berjalan deng­an lancar, karena seluruh pro­sedur yang ditetapkan pe­merintah diikuti dengan baik. (Ant/B-3)