SUKAMARA –

BORNEONEWS, Sukamara - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sukamara harapkan melalui dana CSR, perusahaan yang berada di wilayah Desa Kartamulya dapat memperhatikan dua bayi yang saat ini stunting.

"Berkenaan dengan kondisi ekonomi, kita mengetahui harus adanya bapak angkat. Saya meminta terutama di Desa Kartamulya itu bapak angkat kita banyak, ada perusahaan, CSR Sampoerna Agro mengurus dua bayi saja mustahil tidak bisa," ucap Wabup Sukamara, Ahmadi, Senin, 31 Oktober 2022.

Dia meminta agar permasalahan terhadap dua bayi stunting itu dapat segera ditangani, sehingga adanya perbaikan gizi terhadap anak-anak tersebut agar tidak lagi stunting.

"Yang mengambil keputusan ini didesa, atas dua orang anak yang kena stunting itu harus selesai didalam 6 bulan atau 3 bulan terakhir ini," pesannya.

"Misalnya anaknya harus minum susu, ini benar-benar diawasi. Tokoh-tokoh adat semunya harus bersatu padu," pintanya.

Wabup menambahkan permasalah stunting yang terjadi di Bumi Gawi Barinhmjam disebabkan beberapa faktor, seperti ada yang masih diterapkan keluarga dalam mengurus anak-anaknya.

--page

"Yang saya dengar, permasalahan-permasalahan ini adalah ketidak mampuan sebuah keluarga untuk mengambil sebuah keputusan, misalnya tadi ada masalah adat, gara-gara adat akhirnya anaknya menjadi stunting," ujarnya.

Petugas kesehatan tidak mampu menembus kondisi seperti itu, terhadap prilaku adat yang menggangu pertumbuhan dan perkembangan anak, sehingga dapat menyebabkan anak menjadi stunting. (NORHASANAH/B-6)