PLN Wilayah Kalselteng berencana memajukan jadwal pemadaman listrik bergilir. Perusahaan pelat merah itu menargetkan memajukan 10-12 hari dari 15 hari kerja yang dijadwalkan. Ini lantaran hampir ada kepastian penuntasan pemeliharaan rutin turbin pembangkit III yang saat ini sedang dikerjakan.


Keterangan itu disampaikan Asisten Manajer (Asmen) Enginering Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Asam-asam Banjarmasin, Indra Suryadinata saat menerima kunjungan anggota DPRD Kalteng Edy Rosada dan PLN Cabang Palangka Raya bersama beberapa jurnalis dan mahasiswa asal Lota Cantik, Kamis (4/2/2016) sore.


“Kami lakukan percepatan dengan shift sampai malam. Ini untuk mengejar dari estimasi 15 hari menjadi 10 hari. Kami start pemeliharaan dengan bongkar turbin pada 29 Januari lalu dan berakhir pada 15 hari ke depan. Tapi kami percepat menjadi 10 Februari sudah selesai,” ungkapnya.


Indra menuturkan, sebenarnya 15 hari pemeliharaan ini adalah tahap kedua. Sebab tahap pertama yang lalu sudah dilakukan perawatan yang ia sebut ‘Simple Impaction’ selama 30 hari. Tahap pertama kala itu terpaksa dipending karena ada perayaan Natal dan Pilkada Kotawaringin Timur.


“30 Oktober sampai 30 November 2015 tahap pertama. 15 hari ini adalah tahap lanjutan, kita sempat pending untuk menghormati yang di Kalteng,” jelasnya.


Asmen Operasional, Dani menambahkan untuk kebut pengerjaan itu, pihaknya mempekerjakan 218 pegawai PLTU dengan sistem lembur. Jenis perawatan mesin pembangkit untuk kategori simpel impaction ini berupa clining boiler, casingturbin diangkat untuk dicek dan dibersihkan.


“Dibantu dengan tenaga hyper untuk bantu pegawai teknis. Meski lembur mereka tidak ada insentif,” imbuh Dani.


Pemeliharaan ini rutin dilakukan PLTU dan sudah menjadi standar internasional, yaitu setiap 8 ribu jam atau sekitar 1 tahun lebih, harus dilaksanakan pemeliharaan agar tidak malah merusak sistem secara keseluruhan.
(RZ/B-10)