BORNEONEWS, Sampit - Pelaksanaan Assesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) dilakukan serentak sejak 24 Oktober 2022, namun hanya sebagian sekolah saja yang sudah rampung dan sebagian lagi masih melaksanakan hingga 3 November.
Hal itu disebabkan karena beberapa sekolah yang menumpang, sehingga pada satu sekolah atau tempat yang mumpuni melaksanakan ANBK dipakai lebih dari satu sekolah.
Maka dari itu dilakukan secara bergantian dan memang memakan waktu lebih lama dibanding sekolah yang melaksanakan ANBK secara mandiri.
"Alasan menumpang karena sarana dan prasarana kurang memadai, khususnya ketersediaan laptop atau PC," kata Kepala Seksi Kurikulum dan Penilaian SD Dinas Pendidikan (Disdik) Kotim, Edie Sucipto, Selasa, 1 November 2022.
Jumlah siswa SD keseluruhan yang mengikuti ANBK sebanyak 6619 peserta didik. Sedangkan sekolah yang melaksanakan ANBK secara mandiri sebanyak 200 sekolah dan yang menumpang sebanyak 164 SD.
Sebagian sekolah dikatakan sudah selesai melaksanakan ANBK sejak 27 Oktober 2022 lalu. Terutama untuk sekolah di wilayah perkebunan seperti SDS 07 Best Agro, SDS Tunas Agro, SDS 08 Best Agro dan SDS 06 Best Agro. Untuk di dalam Kota Sampit, contohnya SDN 2 Mentawa Baru Hulu dan SDN 10 Mentawa Baru Hulu.
ANBK di Kotim terbilang lama dikarenakan tidak semua sekolah melaksanakan ANBK secara mandiri. Kendati demikian, dia memastikan bahwa semua SD di Kabupaten Kotim tercover untuk melaksanakan ANBK dengan aman dan lancar. Sebelumnya juga sudah ada dilaksanakan gladi atau simulasi.
"Secara umum pelaksanaan berjalan lancar. Kegiatan ANBK gelombang 1 dilaksanakan pada 24-25 Oktober, gelombang 2 pada 26-27 Oktober, dan gelombang 3 pada 31 Oktober -1 November. Terakhir gelombang 4 pada 2-3 November," terangnya.
--page
Dia berharap agar ke depan pelaksanaan ANBK bisa lebih baik lagi baik dari segi persiapan siswanya, gurunya maupun sarana dan prasarananya.
"Yang utama perlunya dukungan dari pihak provider yang berada di wilayah satuan pendidikan masing-masing berkaitan dengan sinyal internet dan juga dukungan dari semua pihak," tutupnya. (NOOR ANNISA/B-6)









