Warga mengeluhkan kerusakan ruas Jalan Kartini di Kelurahan Jelapat, Kecamatan Dusun Selatan (Dusel). Jalan tersebut baru saja diperbaiki oleh Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Barito Selatan dengan menelan biaya miliaran rupiah
Simon Peres, 45, tokoh masyarakat Jelapat menuturkan, rusaknya ruas Jalan Kartini itu,kini menjadi buah bibir warga. Warga setempat mengeluh karena perbaikan jalan itu belum seumur jagung.
"Sepengetahuan kami, perbaikan Jalan Kartini itu hanya tambal sulam saja. Bagaiman bisa awet hasilnya, terlebih lagi dalam pengerjaannya pun terkesan asal-asalan," beber Simon, Jumat (4/2/2016).
Sementara itu, pihak Lembaga Gerakan Pemuda Anti Korupsi (GEPAK) Barsel Rosario A Endo Maria menilai sejumlah proyek jalan di Kota Buntok terkesan asal-asalan pengerjaannya. Baru beberapa bulan usai pengerjaan, jalan sudah rusak dan berlobang.
"Sebenarnya hal itu sebagai bukti yang nampak kita lihat bahwa mutu pekerjaan tambal sulam jalan itu sangat jelek dan merugikan masyarakat. Padahal semua pekerjaan itu menelan biaya negara tidak sedikit," ujarnya.
Rosario menambahkan, pada Jalan Kartini tersebut, sejak pengaspalan beberapa waktu lalu, ada banyak titik yang dibongkar, kemudian hanya ditambal. Ini terlihat pada ruas jalan di lingkungan RT 09 Kelurahan Jelapat.
"Jadi, wajar saja bila masyarakat kita mengeluh, terkait kerusakan jalan itu, Karena memang dalam pengerjaannya terkesan amburadul," ujar Rosario. [hly/m]


