BORNEONEWS, Sukamara - Pelanggan PDAM Tirta Sukmara yang terdampak banjir di Kelurahan Padang dan Kelurahan Mendawai, Kecamatan Sukamara, Kabupaten Sukamara sebanyak 870 sambungan rumah atau SR.
"Yang terdampak itu ada 870 SR, jadi 870 SR ini yang nanti kita gratiskan iuran retribusinya dari bulan November dan Desember," kata Direktur PDAM Tirta Sukma, Eko Raharjo, Rabu, 2 Oktober 2022.
Menurut dia, untuk Kelurahan Mendawai yang terdampak hanya sebagian SR saja, yang posisinya berada dekat dengan Kelurahan Padang. Sedangkan untuk Kelurahan Padang semua sambungan rumah terdampak banjir.
"Untuk di Mendawai itu tidak seberapa, kalau untuk Padang itu semua SR," ujarnya.
Eko Raharjo menerangkan, total dari 870 sambungan rumah yang digratiskan iuran retribusi selama dua bulan, tagihannya mencapai Rp 80 juta per bulan.
--page
"Kurang lebih Rp80 juta sebulan untuk November ini. Kalau untuk bulan depan kita belum tau, kalau proyeksinya bulan depan ini kayaknya tambah karena nanti penggunaan air bertambah, apa lagi pasca banjir untuk bersih-bersih dan sebagainya," terangnya.
Dia berharap, media dapat menyampaikan informasi penting itu kepada warga, agar masyarakat bisa segera mengetahui pengratisan iuran dan PDAM Tirta Sukma tidak perlu mengumumkan hal itu kepada masyarakat dari rumah kerumah.
"Agar tidak ada masyarakat yang datang untuk bayar, karena nanti repot lagi untuk pengembalian. Tetapi apabila ada yang terlanjur bayar dan memang terdampak nanti bisa mengajukan pengembalian," ujarnya.
Untuk memudahkan, surat pengajuan pengembalian tersebut bisa ditulis tangan hanya sebagai bukti, mengingat saat ini PDAM Tirta Sukma sudah online yang hanya bisa dibuka oleh direktur. (NORHASANAH/B-5)









