TAMIANG LAYANG –

BORNEONEWS, Tamiang Layang - Dinas Pendidikan Kabupaten Barito Timur menggelar kegiatan Olimpiade Guru Nasional atau OGN Jenjang Sekolah Menengah Pertama atau SMP di aula dinas pendidikan, Tamiang Layang, Kamis 3 November 2022.

OGN tersebut diikuti oleh guru SMP sebanyak 36 orang yang terdiri dari guru mata pelajaran matematika 18 orang dan ilmu pengetahuan alam 18 orang.

Saat membuka kegiatan tersebut Sekretaris Dinas Pendidikan, Messias mengatakan, peningkatan kompetensi dan kemampuan profesional guru menjadi salah satu ranah kebijakan pemerintah dalam bidang pendidikan.

"Kebijakan ini dibuat sebagai bagian dari upaya meningkatkan mutu sumber daya manusia pendidikan Indonesia agar mampu bersaing dalam era revolusi industri," kata Messias membacakan sambutan Kepala Dinas Pendidikan Barito Timur, Sabai.

Oleh sebab itu, lanjut dia, berbagai kegiatan yang bertujuan mendorong tumbuhnya motivasi guru penting untuk terus diselenggarakan, salah satu bentuk kegiatan dimaksud yaitu adalah OGN Jenjang SMP.

"Pelaksanaan OGN ini merupakan bukti kepedulian Kementerian Pendidikan kepada mereka yang menunjukan kinerja lebih dalam bidangnya masing-masing," ungkapnya.

Kegiatan OGN juga menjadi salah satu sarana peningkatan mutu pendidikan khususnya kompetensi profesional dan pedagogik guru SMP melalui ajang lomba yang kompetitif.

"Kegiatan OGN ini diharapkan dapat memotivasi guru untuk meningkatkan wawasan pengetahuan, profesionalisme, dan kinerja guru di Kabupaten Barito Timur," ucapnya.

Guru memegang peranan penting dalam menuju percepatan pembangunan pendidikan, karena guru yang berkualitas maka sudah dipastikan akan menghasilkan sumber daya manusia yang bermutu, bermartabat, dan berkualitas dalam menghadapi tantangan persaingan global. Selain itu nantinya diharapkan OGN akan berdampak positif terhadap karier guru itu sendiri.

"Kalau sekarang kita mengenal pengembangan keprofesian berkelanjutan, di mana hal ini dimaksudkan bahwa pemerintah mencoba berbagai cara untuk membuat pendidikan kita dinamis karena pendidikan itu mengikuti alur kehidupan. Sebab faktanya perubahan di dalam kelas, perkembangan kurikulum, perbaikan strategi pembelajaran kalah cepat dibandingkan dengan perubahan kehidupan," ujar Messias.

"Oleh karena itu kita harus merubah strategi, baik dari pihak guru sebagai pembelajar dan pihak institusi sebagai organisasi pembelajar harus berperan berperan aktif dalam perubahan tersebut," imbuhnya.

Menurut Messias, OGN hanyalah salah satu pemicu agar para guru tidak berhenti belajar. Ini sangat penting mengingat masyarakat Indonesia tergolong memiliki konstruksi berpikir yang masih rendah, sehingga kalah dalam mengikuti perubahan.

"Cara berpikir, cara merespon, cara menyelesaikan persoalan siswa kita kalah oleh negara-negara lain," ungkapnya.

--page

Karena itu OGN menjadi pemicu bagi guru sebagai ujung tombak dalam merekonstruksi cara berpikir guru dan siswa dalam proses pembelajaran.

"Bila guru profesional maka cara berpikirnya tingkat tinggi, kreatif, dan inovatif dan hal itu akan ditularkan pada siswa-siswinya.Teruslah berprestasi guru-guru di Kabupaten Barito Timur agar tercapai tujuan pendidikan nasional yang berkualitas," pesannya.

OGN dilaksanakan secara bertahap dimulai dari seleksi tingkat kabupaten/kota. Peserta yang berhasil lolos pada tingkat kabupaten/kota berhak mengikuti seleksi tingkat provinsi, kemudian peserta lolos di tingkat provinsi akan menjadi finalis tingkat nasional. (BOLE MALO/B-6)