BORNEONEWS, Palangka Raya - Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah, melalui Dinas Ketahanan Pangan menargetkan pemberian subsidi angkutan yang membawa 10 ribu ekor ayam broiler atau pedaging untuk wilayah Kota Palangka Raya.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kalteng Riza Rahmadi, Jumat 4 November 2022, mengatakan, pihaknya telah menyampaikan program ini kepada jajaran Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat Indonesia (Pinsar), dengan target angkutan yang ingin disubsidi mencakup hingga 10 ribu ekor ayam.
"Kami akan fasilitasi distribusi pangan ini, dengan mengusulkan kepada Badan Pangan Nasional," jelasnya.
Fasilitasi distribusi pangan melalui pemberian subsidi angkutan untuk ayam broiler bertujuan menjaga agar harga jual di pasaran tetap stabil, utamanya hingga Natal dan Tahun Baru 2023 mendatang, sekaligus upaya pengendalian inflasi.
Adapun berdasarkan data yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) Palangka Raya, untuk Oktober 2022 ini, sejumlah komoditi utama berkontribusi terhadap inflasi, salah satunya adalah daging ayam ras sebesar 0,01.
Sedangkan harga ayam broiler saat ini di pasaran masih relatif stabil, yakni berkisar antara Rp37.000-Rp37.500 per kilogram untuk wilayah Palangka Raya dan sekitarnya.
Sementara itu, Ketua Pinsar Kalteng Andi Bustam menyambut baik program pemerintah dalam memfasilitasi distribusi pangan yang telah disampaikan Dinas Ketahanan Pangan Kalteng kepada pihaknya.
--page
Menurutnya, langkah pemerintah tersebut sangatlah tepat yakni memberi subsidi khususnya pada angkutan atau transportasi, agar para peternak bisa menekan laju kenaikan harga di pasar.
"Karena umpamanya bisa ditangani, dibantu dari sisi transportasi, dari tempat mengambil kemudian ke tempat distribusi, ada nilai yang berkurang, maka tentu di pasar juga terjadi penurunan harga," tuturnya.
Saat ini pihaknya sedang mengkoordinasikan hal tersebut kepada para pelaku usaha terkait, sehingga diharapkan harga ayam ini bisa stabil di pasaran, sekaligus ketersediaannya tetap aman.
"Bahkan kalau perlu bantuan pemerintah ini diikuti untuk kebutuhan lainnya, bukan hanya di bidang perunggasan, namun juga seperti ikan, serta lainnya," harapnya.
ANTARA








