SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Dikutip dari giat penertiban Eks Lokalisasi Pasir Putih pada Jumat malam yang dianggap gagal karena adanya kebocoran informasi, pihak Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) dipimpin oleh Wakil Bupati Kotim, Irawati melanjutkan penertiban dan pemantauan di sekitaran jalan Km 13. 

"Jadi kita lanjutkan ke Km 13 sesuai dengan arahan Wakil Bupati. Pantang menyerah," kata Camat Mentawa Baru Ketapang, Eddy Hidayat, Jumat, 4 November 2022.

Eddy menjelaskan di antara banyaknya warung disekitaran jalan Km 13 diduga menjadi wadah prostitusi. Hal ini diyakini karena sebelumnya pernah dilakukan penertiban serupa di sana. 

"Sebelumnya pernah kita lakukan penertiban yang bersifat himbauan dan penegasan agar berhenti melakukan tindak asusila itu di beberapa warung-warung sekitaran jalan Km 13," jelasnya. 

Dia menilai kegiatan yang berlangsung mulai dari jam 20:00 hingga jam 23:30 ini tak sepenuhnya gagal. Karena dengan arahan berlanjut ke Km 13 cukup membuahkan hasil dengan di amankan 6 orang wanita penghibur dan seorang laki-laki. 

"Kita amankan ke kantor Kelurahan Pasir Putih, seperti penertiban sebelumnya kita lakukan pendataan dan pembinaan. Ada mucikarinya yang kita bawa, sebelumnya beberapa kali sudah kita ingatkan agar jangan menyediakan tempat ataupun jasa prostitusi," terangnya.

Eddy mengimbau masyarakat Kecamatan MB Ketapang agar bekerja halal dan menjauhi kegiatan tindak asusila tersebut. Dia berharap di Kabupaten Kotim, khususnya di Kecamatan MB Ketapang dapat bersih dari praktik prostitusi. 

--page

"Khususnya bagi masyarakat MB Ketapang yang saya cintai, saya imbau agar berusahalah dan mencari nafkah dengan halal. Semoga bagi pihak penyedia jasa prostitusi dan pelanggannya bisa sadar," demikian Eddy Hidayat menyampaikan. (M ANDHIKA/B-6)