KETERSEDIAAN tenaga kesehatan di Katingan masih menjadi pekerjaan rumah (PR) besar bagi pemerintah kabupaten setempat. Jumlah para medis yang ada sampai sejauh ini masih jauh memenuhi standar yang dibutuhkan.


Menurut Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Katingan Robertus Pamuryan­to, jumlah tenaga kesehatan yang ada saat ini sangat kurang. Jangankan untuk mencukupi wilayah kecamatan maupun desa yang jauh dari pusat pemerintahan kabupaten, di kota Kasongan pun masih kekurangan.


“Tenaga kesehatan kita memang masih sangat kurang jumlahnya untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Untuk Kota Kasongan saja masih kurang apalagi di wilayah hulu dan hilir sungai semakin kurang lagi,” sebut Robertus kepada wartawan usai memimpin fogging fokus di Jalan Kena­ngan, Kasongan, Jumat (5/2/2016).


Menurutnya, tenaga kese­hatan seperti dokter, bidan, perawat hingga analis kese­hatan belum memadai keberadaannya saat ini dalam menyokong pengoptimalan sektor kesehatan di Bumi Penyang Hinje Simpei.


“Semua bidang tenaga kesehatan tak ada satupun yang memenuhi standar,” ucapnya.


Yang juga menjadi perhatian, katanya, adalah ketersediaan tenaga kesehatan di Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) di seluruh wilayah kecamatan yang ada. “Perlu penambahan tenaga kesehatan di Puskesmas, karena yang ada saat ini belum memenuhi kriteria standar,” ungkapnya.


Lantaran kurangnya ke­tersediaan tenaga kesehatan itu, ujarnya, menjadi kendala bagi Puskesmas dalam sistem penilaian institusi kesehatan yang bakal menerapkan sistem akreditasi.


Dijelaskan, ada berbagai standar hitungan dalam penilaian akreditasi Puskesmas, yakni banyaknya jumlah perawat, lokasi kejauhan Puskesmas, kepadatan penduduk, standar peralatan dan sistem manajemen di Puskesmas tersebut.


Berkaitan dengan masalah itu, tambahnya, pihaknya bakal mengusulkan penambahan tenaga kesehatan di Kabupaten Katingan.


“Akan kita usulkan penambahan tenaga kesehatan. Setidak-tidaknya dengan sistem kontrak,” pungkasnya. (rul/B-5)