PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Mulai awal Juli 2022 pemerintah telah melakukan uji coba penghapusan sistem kelas pada BPJS Kesehatan yang mulai dilakukan di lima rumah sakit milik pemerintah. Sistem kelas itu digantikan dengan Kelas Rawat Inap Standar (KRIS), artinya tidak ada lagi kelas satu, dua, dan tiga.

Menanggapi itu Wakil Ketua Komisi III DPRD Kalteng, Siswandi mengatakan pihaknya mendukung penghapusan sistem kelas pada BPJS Kesehatan tersebut. Menurutnya, dengan tidak adanya sistem kelas tersebut maka pelayanan kesehatan bagi peserta BPJS Kesehatan akan sama tidak lagi dibeda-bedakan.

"Artinya jika dihapus maka pelayanan bagi peserta BPJS Kesehatan akan sama tidak ada perbedaan. Kami sepakat akan hal itu, sehingga tidak ada kesenjangan pelayanan kepada masyarakat," ucapnya saat di wawancarai awak media, Senin, 7 November 2022.

Selain itu, terkait iuran atau pembayaran BPJS Kesehatan dengan tidak adanya lagi sistem kelas dirinya berharap agar ada penyesuaian dan harus berimbang. Dalam artian bagi masyarakat tidak mampu ada subsidi dari pemerintah dan tidak dipukul rata antara yang tidak mampu dengan yang mampu.

"Terkait iuran ini yang kita harapkan ya tentu ada kebijakan dari pemerintah seperti subsidi misalkan, jangan sama antara si A dgn si B. Artinya yang tidak mampu diberikan keringanan jangan samakan pembayaran iurannya dengan yang mampu," ujarnya.

Kalau untuk pelayanan tetap harus disamakan, sebab setiap warga negara memiliki hak yang sama untuk mendapatkan akses pelayanan kesehatan dari pemerintah, sehingga hal ini perlu diperhatikan secara seksama apabila memang nantinya benar-benar diberlakukan secara menyeluruh di Indonesia.

--page

"Kalau untuk iuran jangan disamakan, dan untuk pelayanan tetap harus sama. Jika penerapannya begitu, tentu kita sangat setuju. Nah, apabila sebaliknya iuran disamaratakan lebih baik kebijakan itu dievaluasi terlebih dahulu. Kami berharap kebijakan pemerintah harus bisa berimbang dengan memperhatikan hal-hal terkait untuk meringankan beban masyarakat terutama yang tidak mampu," tukasnya. (DONNY D/B-11)