BORNEONEWS, Palangka Raya - Ratusan orang berdatangan ke kampung Katimpun bawah, Kelurahan Petuk Katimpun, Kecamatan Jekan Raya, Kota Palangka Raya pada pekan kedua bulan Oktober 2022.
Mereka mengenakan pakaian lengkap loreng-loreng. Ada juga di antaranya berpakaian kaos biasa. Badan tegap terlihat begitu mereka turun dari mobil, berikut melangkahkan kakinya.
Peralatan "tempur" juga diturunkan, seakan siap untuk "menyerbu" sasaran. Meski demikian, tidak ada satupun warga sekitar yang khawatir. Justru warga menyambutnya dengan sangat gembira. Apalagi, kehadiran mereka selalu menebar senyuman.
Mereka adalah prajurit TNI. Kedatangannya bukan untuk berperang. Bukan pula melawan penjajah atau hal lain yang menggangu situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas). Peralataan yang dibawa itu juga bukan senjata api melainkan kayu berbagai ukuran, baik kayu jenis ulin, benuas dan perlengkapan lainnya.
Ya, mereka datang untuk "menyerbu" jembatan titian rapuh menjadi layak dilewati. Misi mulia memperbaiki jembatan tersebut merupakan sasaran fisik dari Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-115 Kodim 1016/Palangka Raya.
--page
Program ini seakan mewujudkan impian warga, khususnya wilayah RT 01. Sudah lebih dari 5 tahun, warga yang mayoritas sebagai nelayan harus melewati jembatan darurat tersebut sebagai akses utama jalur darat. Jembatan titian yang rapuh di makan usia itu menjadi satu-satunya akses bagi warga sekitar, selain dari jalur air.
Baik itu pada saat memasuki perumahan maupun sebaliknya, termasuk menuju arah kota untuk menjual hasil tangkapan ikan. Jembatan titian juga menjadi akses menuju fasilitas pendidikan dan tempat ibadah.
Di lingkungan RT 01, terdapat Sekolah Dasar Negeri (SDN) 1 Petuk Katimpun dan Masjid Baitul Iman. Para murid SD harus hati-hati ketika melintasi jembatan, begitu pula warga yang hendak menuju masjid.
Meski semangat menghadapi kondisi itu, tetap terselip rasa khawatir dalam benak pikiran warga. Mereka khawatir jika salah langkah atau menginjakan kaki pada bagian yang rapuh, bisa jebol dan terjatuh.
Kekhawatiran itu muncul karena sudah ada yang mengalami peristiwa tersebut. Tidak hanya warga, para murid SD hingga tenaga pendidik-pun pernah merasakannya. Bahkan, baru-baru ini, mahasiswa yang menempuh kuliah kerja nyata (KKN) pernah terjatuh gara-gara tidak sengaja menginjak bagian yang telah rapuh.
--page
Ketua RT 01, Asriansyah saat ditanya mengenai itu menegaskan bahwa dirinya bukan hanya mendengar kabar, tetapi melihat secara langsung. “Kalau saya, bukan dapat kabar lagi. Tapi memang pernah melihat,” katanya.

Sambil mengingat, Asriansyah menyebut sudah lebih dari 6 orang terjatuh dari jembatan tersebut. Beruntung, mereka tidak apa-apa meskipun ketinggian jembatan itu kurang lebih 1,5 meter. “Warga, guru dan mahasiswa pernah jatuh. Jadi, jembatan ini memang sudah sangat-sangat tidak layak untuk dilalui,” ungkapnya.
Jembatan tersebut terletak persis di pinggir Sungai Rungan atau jaraknya hanya sekitar 8 meter. Lebar jembatan didominasi sekitar 1,5 meter, ada juga hanya 1 meter saja dengan konstruksi kayu biasa. Kondisi wilayah yang sering dilanda banjir mempercepat jembatan itu rapuh dan berlubang. Bahkan, jika tidak segera diperbaiki, bisa-bisa ambruk.

Dampak lain dari jembatan yang telah berusia lebih dari 30 tahun itu adalah warga tidak bisa membawa masuk kendaraan roda dua sampai ke halaman rumah. Warga maupun guru harus memarkir motor di pelabuhan. Padahal, letak pelabuhan cukup jauh, terlebih jika warga tinggal di bagian ujung jembatan.
Rasa khawatir akan keselamatan motor-pun muncul. Ya, mereka khawatir motor dicuri maling. “Kami tidak berani membawa motor masuk. Jadi, kami harus menaruh (memarkir) motor di pelabuhan dan memang pernah warga khilangan motor. Ya dicuri maling,” timpal Kadriansyah, warga RT 01.
Kadriansyah juga menyampaikan tidak jauh bedanya dengan Asriansyah. Seperti melihat adanya warga dan mahasiswa terjatuh dari jembatan. “Waktu itu ada yang sampai pingsan. Ibu-ibu juga ada,” cerita bapak dua anak yang kini telah berusia 50 tahun.
Seiring berjalannya waktu, warga berinisiatif memperbaiki jembatan titian secara swadaya. Mereka kemudian berpatungan atau mengumpulkan dana untuk membeli bahan kayu. Terkadang, ada pula warga luar yang ikut menyumbang.
Namun, jembatan yang diperbaiki di titik tertentu atau telah rapuh itu tidak mampu bertahan lama. Ini karena bahannya hanya kayu jenis biasa. Sebab, dana terkumpul tidak mencukupi jika untuk membeli kayu berkelas 1 (ulin) atau 2 (benuas).
Di samping itu, warga juga mengajukan proposal bantuan perbaikan jembatan titian kepada pemerintah. Asriansyah menyebut, sudah 3 kali mengajukan proposal bantuan tersebut. Pengajuan serupa juga pernah disampaikan sebelum Asriansyah menjabat sebagai ketua RT.
Pihak Kelurahan Petuk Katimpun melalui Sekretaris Lurah, Angelia membenarkan hal itu. “Pengajuan proposal bantuan dari warga Katimpun bawah sudah pernah dibahas dalam musyawarah pembangunan (Musrenbang),” kata Angelia.
Meski belum terealisasi, warga tidak patah arang. Warga tetap berusaha bertahan di tengah kondisi tersebut sambil terus menyampaikan pengajuan bantuan. Berkat kesabaran, usaha disertai doa ditambah dengan upaya dari pihak kelurahan, proposal itu akhirnya terealisasi di 2022.
“Syukur alhamdulillah, tahun ini terealisasi. Akses menuju rumah, sekolah dan tempat ibadah tidak susah lagi. Kami ucapkan terima kasih,” kata Angelia.
Jembatan titian diperbaiki melalui Program TMMD Reguler ke-115 Kodim 1016/Palangka Raya. Program itu secara resmi dibuka oleh Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin di halaman kantor wali kota pada Selasa, 11 Oktober 2022.
Fairid terlihat tampil berbeda ketika menjadi inspektur upacara. Ia mengenakan pakain TNI, memimpin jalannya upacara pembukaan TMMD. Upacara diikuti berbagai pihak, baik dari Polri, wakil rakyat dan lain-lain.

Fairid mengatakan, program TMMD sangat baik untuk dijalankan demi membantu masyarakat yang benar-benar membutuhkan. Fairid juga menilai, program TMMD sejalan dengan visi misi Kota Palangka Raya, yakni terwujudnya Kota Palangka Raya yang maju, rukun dan sejahtera untuk semua.
“Maka dari itu, tugas kita bersama-sama adalah membangun kemajuan kota tercinta ini, menjadikan kota yang smart environment (lingkungan cerdas), smart society (masyarakat cerdas) dan smart economy (ekonomi cerdas),” ujar Fairid.
Pascapembukaan, 150 personel yang masuk dalam Satuan Tugas atau Satgas TMMD Reguler ke-115 langsung bergerak melakukan pembangunan jembatan titian. Warga menyambutnya dengan sangat baik dan tidak sedikit di antaranya yang membantu anggota. Pada prosesnya, cuaca yang tidak mendukung mengkibatkan titik sasaran dilanda banjir. Namun, anggota satgas TMMD tetap semangat mempercepat perbaikan.
Hujan deras dalam beberapa hari di pekan ketiga bulan Oktober itu semakin membuat air Sungai Rungan meluap. Luapan air sampai masuk kawasan permukiman, tidak terkecuali pada titik pembangunan jembatan titian. Bahkan, ketinggian air ada yang mencapai seleher orang dewasa.
Di sela pembangunan, personel satgas TMMD juga membantu warga termasuk anak sekolah yang ingin melintasi jalan terendam banjir. Seperti yang dilakukan Sertu Anang Suprayitno dan Pratu Erwansyah. Mereka menyunggi (menggendong dengan posisi di leher) anak menyeberangi jembatan yang telah putus (karena proses pembangunan). Jaraknya kurang lebih 10 meter. Satu di antara dua anak diketahui bernama Arman, murid kelas 6 SDN 1 Petuk Katimpun. Mereka-pun terlihat gembira atas bantuan tersebut.

Dampak lain dari kondisi cuaca itu juga membuat anggota TMMD memindahkan sementara kayu-kayu ke tempat yang lebih tinggi. Namun demikian, pembangunan terus berjalan atau tanpa ada kendala berarti.
Pada Selasa, 18 Oktober 2022, Tim Pengawasan dan Evaluasi (Wasev) Markas Besar Angkatan Darat (Mabes AD) dipimpin Mayjen TNI Bambang Supardi meninjau progress pembangunan jembatan tersebut.
Kehadirannya disambut penuh hangat oleh warga sekitar. Mayjen TNI Bambang Supardi lantas menjalani proses potong pantan sebagai penyambutan tamu kehormatan. Pada momen itu, juga ditampilkan tari-tarian khas daerah Kalteng dari para remaja putri asal wilayah setempat.

Di momen yang menjadi cacatan sejarah ini, warga juga menyuguhkan lomba perahu kecil. Mayjen TNI Bambang Supardi didampingi Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin, Dandim 1016/Palangka Raya, Kolonel Inf Frans Kishin Panjaitan dan pejabat lainnya sempat menyaksikan dan memberikan tepuk tangan.
Selanjutnya, mereka melangkahkan kaki memantau progress pembangunan jembatan titian. Dari hasil peninjauan itu, Mayjen TNI Bambang Supardi mengatakan, proses pembangunan telah berjalan dengan baik.
"Pencapaian sudah bagus, kira-kira 30 persen. Sejauh ini tidak ada masalah. Insyaallah akan selesai tepat waktu," yakinnya.
"Semoga kegiatan pembangunan kemanunggalan rakyat yang diakomodir pemerintah kota dan dikerjakan oleh TNI ini menjadi manfaat bagi kepentingan masyarakat," harapnya.
Pembangunan terus dilakukan oleh personel satgas TMMD. Tepat pada Senin, 7 November 2022, semua sasaran pada program itu baik fisik maupun non fisik dipastikan rampung 100 persen. Jembatan titian yang tadinya rapuh kini kukuh dan aman untuk dilewati.

Dandim yang juga Komandan Satgas (Dansatgas) TMMD, Kolonel Inf Frans Kishin Panjaitan mengatakan, program ini sebagai bentuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Juga untuk mewujudkan Kemanunggalan TNI dengan rakyat dan membantu pemerintah demi kemajuan pembangunan.
Dandim menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak termasuk para prajurit, sehingga pelaksanaan program ini bisa selesai dua hari sebelum penutupan atau ditutup pada tanggal 9 November 2022.
Program TMMD dimulai sejak tanggal 11 Oktober 2022. Program tersebut berjalan berdasarkan Surat Telegram Pangdam XII/Tpr Nomor ST/327/2022 tanggal 6 September 2022 tentang Perintah untuk Merencanakan dan Menyiapkan Paparan Pelaksanaan Kegiatan TMMDke-115 Tahun 2022.
Kemudian, Surat Telegram Danrem 102/Pjg Nomor ST/49/2022 tanggal 31 Januari 2022 tentang Perintah agar Merencanakan dan Menyiapkan Pelaksanaan Kegiatan TMMD ke-115 Tahun 2022. Program ini difokuskan pada pembangunan jembatan titian sepanjang 373,065 meter dengan lebar 2 meter. Anggarannya sebesar Rp 1 miliar, dukungan dari Pemerintah Kota Palangka Raya.
Bahan yang digunakan untuk membangun jembatan titian itu adalah gelagar dan sloof jembatan menggunakan kayu kelas 1 jenis ulin. Kemudian, lantai menggunakan papan kayu kelas II benuas, balok gapit lantai kayu kelas II benuas dan besi blat begel. Untuk suai kayu kelas II benuas, tiang kayu kelas I ulin dan sunduk kayu kelas I ulin.
Selain sasaran fisik, program tersebut juga menyasar pada non fisik. Di antaranya, penyuluhan hukum dan kamtibmas (keamanan dan ketertiban masyarakat), penyuluhan wawasan kebangsaan dan bela negara, penyuluhan stunting, posyandu dan posbindu PTM, penyuluhan terkait bahayanya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Kemudian, penyuluhan perikanan, penyuluhan bahayanya penyalahgunaan narkoba, penyuluhan rekrutmen prajurit TNI, pelayanan keluarga berencana dan kesehatan gratis.
Tidak hanya itu saja, anggota yang memiliki keahlian lain juga membantu warga. Seperti membuatkan ulekan (alat tradisional untuk membuat sambal), memperbaiki kendaraan bermotor milik warga hingga memberikan pelayanan potong rambut gratis. Ada pula sasaran tambahan, yakni merehab rumah tidak layak huni menjadi layak, milik ketua RT dan memperbaiki Masjid Baitul Iman.
“Kami tentu sangat senang dengan adanya program ini. Ini juga yang diharapkan masyarakat. Jalan menuju rumah, sekolah dan masjid menjadi baik. Motor juga bisa langsung dibawa sampai ke halaman rumah. Jadi, tidak ditinggal lagi di pelabuhan,” ucap Asriansyah.
“Saya ucapkan terima kasih buat Wali Kota Palangka Raya, bapak Fairid Naparin dan TNI, Kodim 1016 Palangka Raya. TNI bukan saja mahir dalam memegang senjata, tapi TNI juga mahir membantu pemerintah dalam pembangunan,” tutur Ketua RT 01, Asriansyah.
Ungkapan apresiasi juga disampaikan Ketua DPRD Kota Palangka Raya, Sigit K Yunianto. Sigit menyampaikan terima kasih atas terselenggaranya program tersebut. Bahkan, ia menilai program itu sangat layak dilanjutkan di tahun berikutnya.
“TMMD dedikasi terbaik untuk NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia). Dari rakyat untuk rakyat, bersama rakyat TNI kuat,” katanya.
“Kami men-support 2023 yaitu berkaitan TMMD maupun karya bakti. TMMD mantap,” demikian Sigit menyampaikan. (BUDI YULIANTO)









