BORNEONEWS, Palangka Raya - Virus Covid-19 varian Omicron XBB diketahui telah muncul di berbagai negara salah satunya Indonesia. Adapun gejala yang disebabkan oleh XBB di antaranya mulai dari batuk, pilek dan demam. Kasus pertamanya di Indonesia terdeteksi pada seorang perempuan yang baru kembali dari Lombok, Nusa Tenggara Barat.
Pemerintah Kota Palangka Raya, khususnya Tim Satgas Covid-19 pun mengingatkan masyarakat untuk bisa waspada akan ancaman sebaran varian baru tersebut dengan cara disiplin protokol kesehatan dan mengikuti vaksinasi Covid-19.
"Hingga saat ini kasus Covid-19 varian Omicron XBB belum ada terdeteksi di Kota Cantik. Meskipun tingkat fatalitas tidak lebih parah dari varian omicron yang lain, namun tingkat penyebarannya cukup cepat. Ini harus diwaspadai, khususnya yang memang memiliki komorbid," kata Ketua Harian Satgas Covid-19 Palangka Raya, Emi Abriyani, Selasa, 8 November 2022.
Hingga sekarang, kasus Covid-19 yang tercatat masih didominasi oleh transmisi lokal diantara lingkungan keluarga. Setidaknya ada 29 orang yang dinyatakan positif, dimana 8 diantaranya menjalani perawatan di rumah sakit dan 21 lainnya hanya melakukan isolasi mandiri karena hanya bergejala ringan.
"Untuk fasilitas kesehatan, terutama di RSUD Kota Palangka Raya memang masih disiagakan guna mengantisipasi kalau-kalau ada penambahan kasus. Namun sejauh ini penambahan kasus masih relatif minim, dimana hanya ada 1 atau 2 kasus positif saja per hari," bebernya.
--page
Kepala BPBD Kota Palangka Raya ini juga secara tegas tetap meminta kepada seluruh elemen masyarakat agar terus disiplin dalam menjalankan protokol kesehatan (prokes) seperti menggunakan masker, menghindari kerumunan, mencuci tangan pakai sabun, dan melakukan testing apabila mengalami gejala Covid-19.
Tidak lupa untuk segera dalam mengikuti vaksinasi Covid-19 hingga dosis booster untuk meminimalisir potensi kesakitan, hospitalisasi, hingga berbagai hal yang tidak diinginkan akibat dari paparan Covid-19. (HENDRI/B-7)









