Gebyar Seni dan Promosi Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP,yang dibuka Bupati Kobar Bambang Purwanto Minggu (7/2/2016, di halaman Kantor SPTN Wilayah III Tanjung Harapan Kumai, cukup meriah.
Bupati dalam sambutannya mengatakan, gebyar seni dan promosi Taman Nasional Tanjung Puting ke depannya kalau dikemas lebih bagus bisa menjadi event wisata nasional.
”Saya pribadi sangat bangga, karena Taman Nasional Tanjung Puting telah menjadi destinasi wisata. Bukan hanya didatangi oleh wisata nusantara tetapi juga menjadi destinasi utama yang didatangi oleh wisatawan mancanegara. Yang akan membawa dampak baik bagi perekonomian Kotawaringn Barat,” ungkap Bambang.
Menurut Bambang, dengan adanya TNTP merupakan kesempatan bagi kita untuk memperkenalkan berbagai potensi yang dimiliki daerah ini. Mulai dari budaya lokal, makanan/kuliner khas, dan berbagai kerajinan tangan, usaha perhotelan, transportasi dan jasa lainnya. Sehingga akan memberikan pemasukan finansial bagi masyarakat Kabupaten Kobar.
Untuk mencapainya perlu sinergitas antar berbagai stakeholders, mulai dari pengelola TNTP, Pemerintah, swasta, hingga masyarakat sebagai pelaku usaha.
Kartono, Kabid Promosi Wisata Dan Perfilman Disbudpar Kabupaten Kobar, mengatakan event ini akan disinergikan dengan program Dinas Kebudayaan Dan Pariwisata Kabupaten Kobar. ”Sehingga event ini ke depannya bisa dijadikan tempat pagelaran seni budaya yang ada di Kabupaten Kobar, dan juga bisa dijadikan Pesta Pasar Seni Masyarakat Kobar,” beber Kartono.
Kepala Balai TNTP Heru Raharjo, saat dikonfirmasi Borneonews mengatakan, tujuan digelarnya Gebyar Seni dan Promosi TNTP untuk meningkatkan promosi TNTP. ”Dari dulu kan TNTP sudah banyak dipromosikan, sehingga telah dikenal sebagai salah satu objek wisata dunia. Event yang pertama kali dibuka ini, tentunya untuk meningkatkan pengenalan kepada masyarakat Kobar. Yaitu dengan menampilkan pameran/galeri foto dari hasil karya sejumlah komunitas fotografer, dan berbagai komunitas/yayasan pencinta alam dan lingkungan TNTP,” ujarnya.
“Selain menggelar pameran, juga menggelar tarian- budaya adat tradisional dan tari adat dayak dan lomba melukis orangutan. Karena event ini dibuka, hanya satu hari jadi peserta tarinya baru dari pelajar SD dan SMP. Ke depannya event ini akan lebih ditingkatkan lagi. Bila perlu dibuka 3 hari atau satu minggu, dan peserta untuk menampilkan seni bebas dari pelajar, serta dari semua kelompok seni yang ada di Kabupaten Kobar,” imbuh Agung Widodo, Ketua Penyelenggara. (MW/*).








