BORNEONEWS, Palangka Raya - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menyampaikan hasil baik dari uji klinis vaksin Inavac atau yang sebelumnya juga dikenal dengan Vaksin Merah Putih.
"Hasil uji klinik fase pertama, kedua, dan ketiga vaksin Merah Putih memberikan efektivitas yang baik," kata Kepala BPOM RI, Penny K Lukito.
Vaksin ini menggunakan platform teknologi inactivated virus, dan keberhasilan pengembangan vaksin ini termasuk bentuk kolaborasi terhadap pengembangan dari hasil penelitian yang telah dilakukan di Universitas Airlangga.
Penny mengatakan pemberian vaksin tidak jauh beda dengan vaksin Covid-19 lainnya, yakni diberikan dalam dua dosis dengan jarak interval selama 28 hari antara dosis 1 dan 2.
“Jadi vaksin ini ditujukan untuk vaksinasi primer dengan dua kali suntikan. Vaksin ini diperuntukan sebagai stimulasi imunitas tubuh terhadap virus Sars Cov-2 untuk pencegahan Covid-19 pada masyarakat usia 18 tahun keatas,” pungkasnya.
--page
Berdasarkan data yang dirilis Satgas Penanganan Covid-19 Kalteng, Selasa, 8 November 2022, pasien sembuh bertambah lima orang, yakni Barito Utara dua orang, Seruyan dua orang, dan Sukamara satu orang. (HERMAWAN DP/B-5)









