Memperingati tahun baru Imlek 2567, ratusan umat Budha keturunan Tionghoa, memadati Vihara (Wihara) Graha Sailendra di Jalan Ahmad Yani km.9, Pangkalan Bun, Kotawaringin Barat (Kobar), Senin (8/2/2016) pagi.
Kedatangan umat yang sebagian besar berasal dari Kota Pangkalan Bun dan Kumai itu untuk melakukan sembayang menyambut hari raya Imlek.  Usai memanjatkan doa syukur di Wihara, para umat saling berbagi angpau.
Salah seorang sesepuh umat Budha keturuanan Tionghoa, Tan Chui Ji menjelaskan, di tahun 'Monyet Api' ini,  ada sejumlah Shio Ciong (shio sial) yakni, macan, babi, ular dan monyet.
"Bagi pemilik empat shio tersebut, mereka harus lebih ekstra lagi dalam beribadah dan berbuat baik,  selain itu wajib mengikuti doa yang dipimpin yang mulia Bante (Biksu/Bikkhu)," jelas Tan.
Meski demikian, kata Tan, semua umat yang bukan termasuk dalam Shio Ciong juga harus berbuat baik. Dalam perayaan Imlek ini, yang berhak memperoleh angpau di ntaranya,  anak-anak,  sanak keluarga yang belum menikah dan lansia.  Ia berharap di tahun monyet api ini diberikan keselamatan, kesehatan dan kelancaran rejeki.
Satu di antara umat yang berkunjung,  Jong Shong Seng alias Asong (54) mengaku, datang bersama keluarga untuk melakukan sembayang  sa cap me untuk merayakan hari raya imlek.
"Kami datang dari Kumai, tiap tahun ke sini. Kita doakan semoga tahun ini sukses, kerjaan lancar, keluarga sehat," harapnya.
Sepulang dari Wihara, Asong berencana melakukan open house. "Usai sembahyang, kami baru open house dan bagi-bagi angpau. Sembahyang di Wihara seperti prasyarat perayaan tahun baru Imlek," ucapnya.(CR-1/*)