BORNEONEWS, Pulang Pisau – Guna meningkatkan kerjasama dan sinergitas dalam rangka deteksi dini mengantisipasi munculnya aliran kepercayaan dan keagamaan yang dapat berpotensi meresahkan dan mengganggu ketentraman dan ketertiban masyarakat, Pemerintah Kabupaten Pulang Pisau (Pemkab Pulpis) melalui Tim Pengawasan Aliran Kepercayaan dan Keagamaan dalam Masyarakat (PAKEM) akan kembali melakukan monitoring.
Hal tersebut dipastikan Koordinator Tim Priyambudi usai Rapat Koordinasi (Rakor) Pengawasan Aliran Kepercayaan dan Keagamaan dalam Masyarakat (PAKEM) yang dilaksanakan di Kantor Kejaksaan Negeri Pulpis belum lama ini.
"Rapat PAKEM ini dilaksanakan dalam rangka untuk melakukan monitoring terhadap keberadaan dan aktifitas aliran kepercayaan dan aliran keagamaan yang ada di Kabupaten Pulang Pisau," ucap Priyambudi yang juga menjabat sebagai Kepala Kejaksaan Negeri Pulpis.
Ia menjelaskan Monitoring tersebut dilakukan untuk deteksi dini terhadap potensi gangguan kamtibmas yang berasal dari aliran-aliran kepercayaan atau keagamaan yang ada di masyarakat.
”Sesuai Tupoksi yang ada pada Tim PAKEM untuk melakukan pemantauan dan diharapkan didapatkan data yang valid dan akurat ditengah masyarakat sehingga bisa menjadi bahan untuk mengambil kebijakan atau tindakan antisipatif,” jelasnya.
--page
Ia juga menyampaikan dengan adanya Tim PAKEM itu diharapkan dapat mempermudah dan memperluas cakupan pengawasan aliran Kepercayaan dan aliran Keagamaan.
"Melalui PAKEM ini, diharap menjadi ajang kolaborasi para pemangku kepentingan dalam memantau keadaan dan situasi guna mengantisipasi dan mencegah adanya aliran atau kelompok baru," tambahnya.
Apalagi, lanjutnya, kondisi saat ini yang mana menjelang tahun politik, sehingga diperlukan kewaspadaan dan deteksi dini untuk mengawasi masuknya aliran atau kelompok-kelompok baru yang berpotensi menimbulkan konflik di tengah masyarakat.
”Pada tahun politik, berbagai sumber potensi konflik ini akan bisa menjadi bahan untuk memanaskan suhu politik. Oleh karenanya, hal tersebut perlu diantisipasi, sehingga kehidupan bermasyarakat tetap kondusif,” tandasnya. (ang)









