JAKARTA –

BORNEONEWS, Cirebon - Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Jenderal TNI (Purn) Moeldoko mengatakan pembangunan infrastruktur di Indonesia berupa jalan, pelabuhan, bandara, dan lainnya merupakan upaya untuk meningkatkan daya saing, karena selama ini ongkos logistik di kawasan ASEAN menjadi tertinggi.

"Ongkos logistik kita lebih mahal di bandingkan negara Asean, sehingga pemerintah konsentrasi membangun infrastruktur," kata Moeldoko saat memberi sambutan pada acara Tabligh Akbar Majelis Kiyai dan Santri Pembangunan Cirebon di Cirebon, Jawa Barat, Rabu.

Menurutnya, dari beberapa negara ASEAN, ongkos logistik di Indonesia 25 persen lebih mahal, untuk itu perlu adanya pembangunan infrastruktur, agar bisa menekan jarak yang terlampau jauh.

Ia menjelaskan, pemerintah saat ini sedang fokus membangun infrastruktur baik darat, laut, maupun udara. Seperti jalan tol saat ini, kata Moeldoko, sudah dibangun di mana-mana, begitu juga pelabuhan, serta bandara.

Karena dengan infrastruktur yang baik semua akan menjadi mudah, dan diharapkan nantinya dapat menekan ongkos logistik di Indonesia.

--page


"Pemerintah membangun sejumlah infrastruktur baik darat, laut maupun udara. Contohnya jalan tol di mana-mana, pelabuhan baru, bangun bandara baru, agar semuanya menjadi mudah, karena kalau mudah nanti akan menjadi murah," tuturnya.

Moeldoko menambahkan saat infrastruktur baik nasional maupun daerah sudah sangat laik, sehingga konektivitas antardaerah juga telah berjalan baik.

Untuk itu, Moeldoko berharap agar masyarakat mengetahui apa yang diinginkan pemerintah, karena semua itu upaya meningkatkan kesejahteraan semua warga negara.

Moeldoko juga berpesan khususnya kepada kiyai dan santri, agar bisa menjaga kondusif keamanan terutama menjelang tahun politik, karena ketika semua bisa terpolarisasi dikhawatirkan akan terpecah-belah.

"Kami minta semua bisa menjaga stabilitas keamanan, jangan sampai terpolarisasi, apalagi ikut dalam politik adu domba," katanya.

ANTARA