HUJAN lebat disertai petir yang mengguyur Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), sejak pukul 5.30 WIB sore mengakibatkan puluhan rumah di Jalan Ahmad Yani, Kelurahan Baru, Kecamatan Arsel, terendam air. Rumah yang tergenang air ada di RT 10, 15, 17 dan 19 Kelurahan Baru. Kawasan tersebut terendam air sejak Minggu (7/2/2016) hingga Senin (8/2/2016).
Ketinggian air yang masuk ke rumah masyarakat sekitar 10 Centimeter. Warga menuding, buruknya drainase di pemukiman mereka yang menyebabkan air meluap.
Banjir di kawasan itu juga menarik perhatian orang nomor satu di Kabupaten Kobar. Bupati Kobar Bambang Purwanto pun telah meninjau lokasi banjir ditemani oleh beberapa pejabat Dinas Pekerjaan Umum (PU) serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).
Bambang Purwanto segera memerintahkan Dinas PU Kobar segera mengeruk drainase yang tersumbat dengan menggunakan eksavator kecil. "Keruk dan bersihkan drainase yang tersumbat," perintah Bambang Purwanto.
Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Bina Marga, Dinas PU Kobar, Juni Gultom mengatakan, idealnya drainase mempunyai lebar 6 meter dan tinggi 2,5 meter. Sedangkan yang ada sekarang hanya 1,5 meter.
Untuk itu, pihaknya akan berkoordinasi dengan provinsi untuk memperbaiki saluran yang berada di bawah jalan negara tersebut. "Kita akan buat kontrol box yang berfungsi menahan endapan agar tidak langsung masuk ke saluran air. Rencananya, kontrol box dibangun dengan ukuran 3x3 meter."
Ia juga mengatakan, sebelum menentukan titik-titik normalisasi drainase pihaknya akan melakukan kajian topografi. Apabila sudah ditemukan titik-titik tersebut normalisasi akan segera dilaksanakan.
Di sisi lain, Dinas PU Kobar juga mengerahkan dua mobil pikap guna mengangkut sampah-sampah yang menutup aliran drainase di simpang empat Jalan Ahmad Yani. Walau belum aliran belum sepenuhnya normal, air yang sebelumnya tertahan oleh sampah mulai mengalir. (KK/B-2)
Ketinggian air yang masuk ke rumah masyarakat sekitar 10 Centimeter. Warga menuding, buruknya drainase di pemukiman mereka yang menyebabkan air meluap.
Banjir di kawasan itu juga menarik perhatian orang nomor satu di Kabupaten Kobar. Bupati Kobar Bambang Purwanto pun telah meninjau lokasi banjir ditemani oleh beberapa pejabat Dinas Pekerjaan Umum (PU) serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).
Bambang Purwanto segera memerintahkan Dinas PU Kobar segera mengeruk drainase yang tersumbat dengan menggunakan eksavator kecil. "Keruk dan bersihkan drainase yang tersumbat," perintah Bambang Purwanto.
Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Bina Marga, Dinas PU Kobar, Juni Gultom mengatakan, idealnya drainase mempunyai lebar 6 meter dan tinggi 2,5 meter. Sedangkan yang ada sekarang hanya 1,5 meter.
Untuk itu, pihaknya akan berkoordinasi dengan provinsi untuk memperbaiki saluran yang berada di bawah jalan negara tersebut. "Kita akan buat kontrol box yang berfungsi menahan endapan agar tidak langsung masuk ke saluran air. Rencananya, kontrol box dibangun dengan ukuran 3x3 meter."
Ia juga mengatakan, sebelum menentukan titik-titik normalisasi drainase pihaknya akan melakukan kajian topografi. Apabila sudah ditemukan titik-titik tersebut normalisasi akan segera dilaksanakan.
Di sisi lain, Dinas PU Kobar juga mengerahkan dua mobil pikap guna mengangkut sampah-sampah yang menutup aliran drainase di simpang empat Jalan Ahmad Yani. Walau belum aliran belum sepenuhnya normal, air yang sebelumnya tertahan oleh sampah mulai mengalir. (KK/B-2)


