BORNEONEWS, Palangka Raya - Ketua Perhimpunan Ahli Epidemiologi Indonesia (PAEI) Kalimantan Tengah (Kalteng), Rini Fortina menyampaikan kasus Covid-19 di wilayah Kalteng mengalami peningkatan kasus Covid-19 sebesar 38,7 persen.
“Peningkatannya tiga periode mingguan berturut-turut namun dalam jumlah rendah,” sebut Rini.
Rini harap peningkatan tersebut tidak berlanjut. Ia mengingatkan meskipun ada peningkatan dalam jumlah yang tergolong rendah, tetapi secara epidemiologis dapat menjadi indikasi kewaspadaan dini.
Dia mengimbau kepada seluruh pihak, terutama masyarakat Kalteng untuk meningkatkan kewaspadaan. Terutama terhadap ancaman varian baru, yakni Subvarian XBB.
Otoritas kesehatan dunia dalam hal ini WHO, mencurigai varian baru tersebut bisa menghindari vaksin dan tidak bisa terdeteksi oleh antigen.
--page
“Jika sifat virusnya seperti itu, besar kemungkinan tidak aman. Dengan belum adanya pembatasan aktivitas masyarakat, akan lebih baik jika kita tetap menerapkan protokol kesehatan,” ungkapnya.
Berdasarkan data yang dirilis Satgas Penanganan Covid-19 Kalteng, Kamis 11 November 2011 kasus konfirmasi Covid-19 bertambah 21 kasus.
Penambahan tersebut di antaranya Palangka Raya tujuh kasus, Kotawaringin Barat empat kasus, Barito Timur dua kasus, Gunung Mas dua kasus, Barito Utara dua kasus, dan empat kasus lainnya dari Kapuas, Murung Raya, Katingan, dan Lamandau. (HERMAWAN DP/B-5)









