Meski secara umum Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) tahun anggaran 2016 diprediksikan mengalami peningkatan sebesar Rp1,6 triliun, tetapi dari sisi pendapatan daerah justru terjadi penurunan dan masih jauh dari target.
“Realisasi PAD triwulan pertama masih jauh dari target yang ditetapkan dalam APBD 2016 dan tentu para satuan kerja perangkat daerah (SKPD) teknis yang berkaitan dengan kontribusi PAD harus lebih meningkatkan kinerja,” kata Sekretaris Komisi I DPRD Kabupaten Kotim Syahbana saat dihubungi <Borneonews>, Senin (8/2/2016).
Menurut dia, pelaksanaaan APBD 2016 telah ditetapkan dengan peraturan daerah yang pelaksanaannya sudah dalam triwulan pertama. Namun, selama pelaksanaan kurun waktu tersebut masih ada persoalan yang harus menjadi perhatian pemkab. Yakni realisasi pendapatan daerah yang masih minim.
“Kami berharap SKPD lebih bekerja keras dan kreatif menggali PAD. Kalaupun mengalami kendala dalam pemungutan PAD harus dikoordinasikan dengan kepala daerah melalui sekretaris daerah. Sehingga bisa segera dicari langkah-langkah penanganannya,” ujar Politisi Partai Nasdem itu.
Dihubungi terpisah, anggota Komisi I DPRD Kotim lainnya Salasiah, berharap pemkab mengambil langkah cepat guna mengejar target PAD 2016. Menurut dia, realisasi penerimaan PAD pada triwulan I ini harus mencapai target yang diharapkan. “Kami juga akan melakukan pengawasan terkait realisasi PAD ini,” cetus dia.
Politisi PPP itu menjelaskan, berdasarkan instruksi Pemerintah Pusat realisasi PAD setiap daerah pada triwulan pertama diharapkan mencapai 15% dari target, triwulan kedua 45%, triwulan ketiga 75%, dan triwulan keempat 100%.
“Kalau target PAD pada akhir tahun nanti tak tercapai, akan berpengaruh terhadap program atau kegiatan yang dicanangkan pada APBD tahun selanjutnya,” kata Salasiah.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Kotim Putu Sudarsana mengungkapkan realisasi penerimaan PAD selama Januari 2016 baru sekitar 3,16%. Sehingga pemkab harus mendorong percepatan pencapaian target.
Tetapi ini baru realisasi selama Januari. Saya yakin bulan-bulan berikutnya akan terus meningkat dan saya yakin target Rp176 miliar itu akan tercapai, bahkan saya perkirakan Rp200 miliar lebih pun bisa,” tukas dia. (RF/B-8)



