WARGA RT 10, Kelurahan Ampah Kota, Kecematan Dusun Tengah, Kabupaten Brito Timur (Bartim) mengeluhkan Dinas Kesehatan setempat dalam melakukan fogging atau pengawasan membasmi nyamuk penyebab Demam Berdarah Dengue (DBD) tidak merata .


Menurut Kardi (58 tahun), warga di sana, dengan tidak meratanya fogging membuat beberapa warga masih ada yang terkena DBD. Karena pengasapan yang tidak mera­ta pihaknya menyambangi Puskesmas Dusun Tengah mempertanyakan masalah tersebut.


Namun pihak Puskesmas beralasan bahwa fogging yang tidak merata dilakukan lantaran kekurangan dana, sebab bupati hanya memberikan bantuan sekitar Rp40 juta. Uang tersebut hampir habis.


“Kalau memang benar alasan Puskesmas lantaran minimnya dana, kami berharap agar pemda memberikan bantuan lebih, agar fogging bisa merata di lingkungan kami. Namun apabila itu hanya alasan pihak Puskesmas tentunya kami minta agar ditindak tegas,” ucap Kardi.


Menurutnya, fogging yang dilakukan pihak Puskesmas hanya di sekitar warga yang terkena DBD saja. Pihaknya berharap kepada pemerintah, khususnya pemerintah daerah agar melakukan fogging secara merata untuk menekan penyebaran DBD.


Terpisah, Bupati Bartim Ampera AY Mebas menjelaskan, fogging  merupakan salah satu tahapan dalam upaya memberantas DBD. Dan itu difokuskan pada daerah yang terkena penyakit tersebut.


Walaupun begitu Ampera berjanji akan me­nganggarkan dana tak terduga agar fogging bisa berjalan secara merata.


 Pihaknya menekankan Dinas Kesehatan mengutamakan sosialisasi pencegahan DBD agar biasa hidup bersih untuk menekan penyebaran penyakit tersebut.
(AI/B-5)