BORNEONEWS, Kuala Kurun - Salah satu program smart agro dari Bupati Gunung Mas Jaya S Monong dan Wakil Bupati Efrensia L.P Umbing yakni terkait pengembangan tanaman jagung hibrida.
Tahun ini ada puluhan hektare lahan di Kabupaten Gunung Mas yang sudah ditanami jagung hibrida oleh kelompok tani.
"Dinas Pertanian Kabupaten Gunung Mas tahun 2022 ini melakukan pengembangan tanaman jagung hibrida di lahan seluas 100 hektare yang tersebar di sejumlah kecamatan di Gumas. Progress saat ini sudah tertanam 81 hektare," ujar Bupati Gunung Mas Jaya S Monong melalui Kepala Dinas Pertanian Letus Guntur, Jumat, 11 November 2022.
Rincian dari target 100 hektare itu yakni, Kecamatan Sepang 5 hektare, Kecamatan Mihing Raya 10 hektare, Kecamatan Kurun 48 hektare, Kecamatan Tewah 12 hektare, Kecamatan Rungan Hulu 5 hektare, Kecamatan Manuhing 25 hektare.
Letus menjelaskan ada beberapa kendala di lapangan untuk pengembangan tanaman jagung hibrida di tahun ini, pertama yakni terkait curah hujan yang cukup tinggi.
Kedua, serangan hama penyakit atau Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT). Lalu, tinggi harga saprodi yang bagian Swadaya Masyarakat.
"Saat ini Dinas Pertanian tetap konsisten melakukan pembinaan dan pengembangan komoditas tanaman pangan dan hortikultura lainya," tukasnya.
--page
Dijelaskannya, dalam mekanisme pelaksanaan, Dinas Pertanian memfungsikan Unit Pelaksana Keuangan dan Kegiatan (UPKK) sebagai wadah penyaluran dana bantuan sosial kemasyarakatan budidaya jagung ini. Selanjutnya UPKK melaksanakan penyediaan sarana produksi yang akan disalurkan ke kelompok tani dan anggotanya. (RISKA YULYANA/B-6)









