SAMA seperi tahun-tahun sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Sukamara masih menjadikan infrastruktur sebagai skala prioritas pembangunan daerah hingga tiga tahun ke depan.
Salah satu infrastruktur yang menjadi prioritas ialah jalan penghubung antara Kecamatan Sukamara dan Pantai Lunci.
Sesuai target yang ditetapkan, proyek jalan penghubung antardua kecamatan tersebut ditargetkan selesai 100% pada 2017 mendatang.
Bupati Sukamara Ahmad Dirman mengatakan, jalan penghubung Kota Sukamara dan Pantai Lunci merupakan jalur perekonomian masyarakat. Karena itu harus terus digenjot pengerjaannya supaya bisa segera selesai.
“Jalan itu jalur perekonomian jadi kita harapkan pada 2017 sudah selesai dan fungsional. Untuk pengerjaannya akan disesuaikan dengan kondisi di lapangan atau sesuai hasil survei yang dilakukan petugas Dinas Pekerjaan Umum Sukamara,” kata Bupati Dirman saat ditemui Borneonews di ruang kerjanya, Senin (8/2/2016).
Menurut Bupati, kondisisi infrastruktur jalan yang bagus sangat berpengaruh terhadap usaha masyarakat. Salah satunya bagi mereka yang berbisnis ikan laut.
Dengan jalan yang baik, ikan yang dibawa dari Kecamatan Pantai Lunci ke Kota Sukamara masih dalam keadaan segar. Tidak seperti sebelumnya ikan yang datang ke ibu kota kabupaten sudah dalam keadaan didinginkan.
Lebih waspada
Di sisi lain, Bupati mengingatkan seluruh masyarakat Sukamara yang sering bepergian ke Kecamatan Pantai Lunci atau sebaliknya supaya lebih waspada dan berhati-hati.
Pasalnya, keadaan jalan yang mulus dan sepi membuat pengendara, baik itu roda dua maupun empat akan melaju dengan kencang. Sehingga membuat jalur tersebut rawan kecelakaan.
“Dengan jalan yang mulus ini sudah banyak kendaraan yang kecelakaan, sehingga diharapkan kehati-hatian pengendara dalam melaju di jalur ini,” pintanya.
Dirman berpendapat, kecelakaan sering terjadi lantaran seperempat jalan yang ada belum selesai pengerjaanya. Badan jalan masih dipenuhi bebatuan kecil yang bisa membiat ban kendaraan slip
“Itu karena batu-batu kecil, jika dalam keadaan cepat akan mebuat ban mobil atau motor menjadi liar sehingga mudah terjadi kecelakaan” sebutnya. (B-3)


