BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan Provinsi Kalteng, Sunarti menyampaikan gerakan perempuan memiliki banyak tantangan yang harus dihadapi.
“Gerakan perempuan Indonesia saat ini menghadapi masalah dan tantangan yang kompleks,” ungkapnya saat menggantikan gubernur dalam rapat kerja wilayah PW Wanita Islam Provinsi Kalteng, bertempat di Aula Asrama Haji Al Mabrur Palangka Raya.
Sunarti mengatakan tantangan tersebut dimulai dari aspek keagamaan, ekonomi, politik, maupun sosial budaya.
Untuk menghadapi tantangan kompleks tersebut, maka gerakan Wanita Islam Kalteng dituntut untuk melakukan revitalisasi.
Mulai dari revitalisasi dalam pemikiran maupun orientasi praktis dengan mengarah pada pencerahan, dan pemberdayaan menuju kemajuan yang ujungnya berkontribusi pada peradaban islami yang lebih baik.
Sunarti berharap melalui rapat kerja dapat menghasilkan program-program kegiatan positif yang melindungi masyarakat, terutama wanita dan anak-anak.
Sekaligus program untuk membantu menyelamatkan akhlak dan menjadi sarana edukasi agama, hukum, dan pendidikan masyarakat Muslim Kalteng. (HERMAWAN DP/B=11)









