PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Dinas Kesehatan Kalimantan Tengah mencatat penurunan angka stunting di Kalteng namun penurunan tersebut masih berada di atas angka rata-rata nasional.

”Kasus stunting di Kalteng masih di atas rata-rata nasional meskipun sudah terjadi penurunan dari 34 persen ke 27 persen dalam waktu kurang lebih dua tahun,” kata Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalteng Suyuti Syamsul pada kegiatan seminar terkait stunting di Swiss-Belhotel Danum Palangka Raya.

Ia mengatakan Dinas Kesehatan Kalteng memiliki target penurunan stunting minimal berada di angka 16 persen pada 2024.

“Kita berharap ke depannya intervensi bisa dimulai sejak kehamilan sehingga para ibu hamil paham tentang pencegahan stunting,” ungkapnya.

Suyuti juga berharap semua pemangku kepentingan dari dinas-dinas terkait bisa saling bersinergi agar target di 2024 tersebut bisa tercapai.

Stunting merupakan masalah gizi kronis akibat kurangnya asupan gizi anak dalam jangka waktu panjang sehingga mengakibatkan terganggunya pertumbuhan.

--page

Stunting diyakini menjadi salah satu penyebab tinggi badan anak terhambat, sehingga lebih rendah dibandingkan anak-anak seusianya. (HERMAWAN DP/B=11)