UNTUK meraih piala Adipura tentu harus ada koordinasi antar satuan kerja perangkat daerah (SKPD) dalam pengelolaan sampah secara terpadu dan sistematik.
Jika penanganan sampah dan kebersihan bisa diselesaikan dengan baik, maka Pemkab Kapuas pun bisa bermimpi untuk meraih Adipura.
“Belum bisa pencapaian maksimal, karena selama ini hanya dinas PU dan BLH sebagai koordinator, sehinga piala Adipura tidak pernah hadir di Kota Kuala Kapuas,” kata Noperman, Kepala Dinas PU Kapuas.
Dia mengakui selama ini hanya dinas PU yang berkerja untuk meningkatkan kebersihan serta pengelolaan sampah.
“Berdasarkan data Adipura 2015 ada 357 kabupaten dan kota sebanyak 152 yang baru mengelola sampah 43% saja dan perlu adanya terobosan pengelolaan sampah secara terpadu dan sistematik,” ungkapnya.
Dia menjelaskan seharusnya ada koordinasi serta kerja sama untuk mengatasi persoalan sampah.
“Terutama di tempat yang menjadi sasaran penilaian Adipura, misalnya bantaran sungai, pasar, jalan protokol, sekolah, TPA, rumah sakit dan perkantoran,” tuturnya.
Lokasi penilaian ini menurutnya yang harus dibenahi bersama. “Ini sudah ada target penilaian oleh tim, sehingga kita bisa melakukan pembenahan diberbagai sektor. Jangan hanya BLH dan PU saja yang bekerja tanpa adanya dukungan dari pihak lain,” imbuhnya.
Dia berharap semua pemangku kepentingan agar merapatkan barisan untuk berkerja sama mendukung program bupati untuk Kapuas Taheta.
Karena Kapuas baru dapat piagam Adipura, sehinga target tahun ini bisa mendapat piala Adipura untuk kota sedang.
“Setidaknya target kita tahun ini memboyong Adipura dengan penilaian kota, bukan lagi plakat atau piagam. Untuk mewujudkan itu maka perlu dukungan masyarakat dengan tidak membuang sampah sembarang terutama ke sungai,” tegasnya. (B-6)


